YOGYAKARTA, fornews.co—Organisation For Economic Cooperation and Development (OECD) mengundang pegiat sampah dari Yogyakarta ke forum internasional Global Forum on Environment, Mainstreaming Gender and Empowering Women For Environmental Sustainability, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Founder Gerakan Shadaqoh Sampah, Ananto Isworo mengatakan, jika sampah dikelola dengan baik dan benar dapat menghasilkan manfaat dan meningkatkan perekonomian.
Sampah, ungkap Ananto, bahkan dapat memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.
“Sampah yang dikelola hasilnya bisa digunakan untuk kesehatan bagi masyarakat miskin dan anak-anak yatim piatu,” ujar Ananto, Selasa.
Masyarakat dapat saling bekerja sama mengelola sampah bersama Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) di Kampung Brajan Tamantirto, Bantul, DIY.
Kini GSS tidak hanya dibantu oleh puluhan relawan laki-laki, namun sepuluh diantaranya adalah relawan perempuan. “Perempuan punya kekuatan besar dalam menggerakan edukasi pengelolaan sampah.”
Menurut Ananto perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik utama untuk lingkungan berkelanjutan.
“Dari hasil sampah yang dikelola juga dapat memberikan santunan pendidikan dan sembako,” bebernya.
Kedua utusan yang diundang yakni Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Wilda Yanti dari Waste Management Sosial Enterprise berbasis Bank Sampah, dan Founder Gerakan Shadaqoh Sampah (GSS), Ananto Isworo.
Forum yang diselenggarakan OECD di Paris, 5-6 Maret 2020, tidak hanya berbicara soal isu lingkungan, namun juga berbagi tentang kegiatan shadaqoh sampah dan gerakan Eco Masjid.
Sebagai penggerak shadaqah sampah dan Eco Masjid, GSS dengan program bank sampahnya disambut baik oleh berbagai delegasi dunia salah satunya Saudi Arabia.
Forum yang diselenggarakan oleh Organisation For Economic Cooperation and Development (OECD) dinilai akan menjadi rujukan bagi pelestarian lingkungan di seluruh dunia. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















