PALEMBANG, fornews.co – Bank Indonesia fokus mengintegrasikan ATM dan kartu debit perbankan masuk dalam ekosistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sedangkan uang elektronik yang sudah marak belakangan ini, masuk prioritas selanjutnya.
“Uang elektronik nanti juga akan terintegrasi dengan GPN. Karena saat ini tidak semua uang elektronik fit dengan GPN disebabkan dia benar-benar berdiri sendiri. Tapi nanti dengan penyempurnaan peraturan uang elektronik, menyebabkan mereka harus terkoneksi dengan kanal pembayaran GPN,” ujar Deputy Director Executive Analyst Payment System Program Bank Indonesia Transformation Office, A Donanto H Wibowo pada Sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional di Aula lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Sumsel, Rabu (17/1) siang.
Menurut Donanto, GPN yang telah diluncurkan 4 Desember 2017 akan diikuti seluruh perbankan di Indonesia. Tidak hanya perbankan, akan tetapi GPN juga meliputi industri sistem pembayaran hingga penyelenggara switching.
“Ini yang penyelenggara jaringan. Ini yang sudah kita kelola. Nanti akan masuk juga ke yang lain lembaga selain bank,” kata Donanto.
Ditambahkannya, target switching penerbit terhubung ke satu jaringan yaitu per 31 Desember 2017. Sedangkan koneksi ke minimal kedua jaringan yaitu per 30 Juni 2018. “Tapi per posisi hari ini tinggal sedikit yang belum, sudah di bawah 10 (bank). Mungkin Februari 2018 selesai untuk koneksinya,” tuturnya.
Diterangkan Donanto, tahap pertama ini BI menggarap koneksi ATM dan kartu debit untuk masuk ekosistem GPN. Selanjutnya baru uang elektronik dan e-commerce. “Kartu kredit juga akan masuk (GPN), tapi itu belakangan, karena proporsi kartu kredit di Indonesia itu kecil,” terangnya.
Donanto meyakini dengan adanya GPN ini harusnya sistem pembayaran perbankan semakin baik. Sebab sistem ini sudah diperhitungkan dengan menghindari para stakeholder berinvestasi infrastruktur baru. Hanya saja, infrastruktur yang ada sekarang harus diimprove, diinterkoneksikan dan diatur lebih rigid.
“Jadi kalau yang sekarang sudah baik, mestinya dengan terkoneksi ke GPN makin baik. Karena kita tidak membuat sesuatu yang baru,” katanya.
“Intinya begini, bank atau institusi yang belum banyak berinvestasi dalam sistem pembayaran itu sekarang bisa memberikan layanan yang serupa dengan bank-bank yang lebih dulu berinvestasi di jaringan ini. Itu yang paling utama. Dari sisi investasi akan lebih efisien, mereka cukup bayar jaringan. Kalau sudah gabung di jaringan maka dia bisa semua. Sedangkan bagi bank yang telah berinvestasi maka dia akan mendapat fee yang sudah diatur besarannya. Fee-nya rata dan tentunya sesuai penggunaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Faisol Sinin menegaskan, Bank Sumsel Babel siap mendukung program Gerbang Pembayaran Nasional. Mengenai infrastruktur yang dimiliki Bank Sumsel Babel, Faisol mengatakan, pihaknya tinggal merubah kartu, sistem, connecting, switching.
“Selama ini sudah jalan antara Prima dan ATM Bersama digabung, kan tidak repot. Mudah-mudahan biayanya (perubahan sistem) kali ini tidak besar, sebab kalau besar kami repot lagi mengeluarkan biaya,” ujar Faisol. (ije)

















