PALEMBANG, Fornews.co – Bertepatan hari tani nasional, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel bersama Aliansi Garda Sriwijaya, Aliansi Gertak, Satuan Tani Pembaharu Ogan Ilir (Satpol) dan Serikat Tani Nasional (STN) Sumsel menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sumsel, Kamis (24/09). Aksi tersebut diikuti puluhan mahasiswa dan membawa empat tuntutan untuk disampaikan kepada para anggota DPRD Sumsel.
Koordinator Aksi (Koraks), Bagas Pratama mengatakan tuntutan yang dibawanya kali ini ada empat yakni pertama meminta optimalisasi hasil tani. Kedua, meminta DPRD memaksimalkan stabilitas harga pangan di Sumsel. Ketiga, meminta peran aktif menyetop kriminalisasi kepada para petani dan Keempat, tidak ada lagi konflik lahan. Ia mengaku aksi ini merupakan aksi pertama, yang mana tuntutannya berkaitan dengan kesejahteraan para petani khususnya di Sumsel.
“Tapi karena padatnya jadwal anggota dewan sehingga tidak dapat bertemu, namun kami akan datang kembali pada Senin mendatang untuk bertemu dan membahas aspirasi ini,” katanya, Kamis (24/09).
Ia mengaku memaklumi kondisi tersebut, namun dirinya berharap Senin mendatang para anggota DPRD Sumsel dapat bertemu sehingga pihaknya dapat menyampaikan aspirasi ini. Mengingat, saat ini para anggota sedang melakukan kunjungan kerja (Kunker). “Jika tetap saja tidak mau bertemu, maka kami akan kembali datang dan melakukan aksi serupa,” tutupnya.
Sementara itu, Kasubag Aspirasi dan Pelayanan Masyarakat DPRD Sumsel, Selviana Riana mengakui saat ini para anggota DPRD tengah melakukan Kunker ke beberapa daerah sehingga tidak dapat mendengarkan aspirasi yang disampaikan para mahasiswa. Namun, saat ini para anggota yang Kunker ini tengah perjalanan pulang sehingga Senin mendatang sudah berada di kantor DPRD Sumsel.
Menurutnya, apa yang telah disampaikan para mahasiswa selama ini telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Karena itu, dirinya berharap para mahasiswa memaklumi kondisi DPRD Sumsel saat ini dan menunggu pulangnya para anggota Dewan. “Kami mengimbau perwakilan mahasiswa untuk meninggalkan kontak person sehingga saat para anggota pulang maka akan dihubungi jika ingin bertemu langsung para pimpinan,” (lim)
















