PALEMBANG, fornews.co – Kontribusi mitra Gojek pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palembang di tahun 2019 mencapai Rp4,6 triliun rupiah atau menggerakkan 3% PDRB Kota Pempek. Sementara, bila menggunakan metode nilai tambah ke perekonomian Palembang, Gojek berkontribusi Rp5,7 triliun di tahun 2019.
Hal tersebut merupakan bagian hasil riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dari riset yang bertajuk “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19.” Riset tersebut juga menemukan bahwa omzet UMKM yang bergabung dalam GoFood di tahun 2019 meningkat 30%, omzet social sellers GoSend meningkat 41%, dan omzet UMKM GoPay meningkat 17% sejak bergabung dengan Gojek. Sedangkan, 100% UMKM GoFood juga mengalami peningkatan volume transaksi dan 94% dari mereka mendapatkan pelanggan baru.
Wakil Kepala Lembaga Demografi FEB UI Paksi C.K Walandouw mengatakan, riset ini menunjukkan bahwa ekonomi digital, seperti Gojek, di masa normal sebelum pandemi mempunyai potensi besar untuk membantu menggerakkan ekonomi khususnya ke daerah, seperti Palembang, melalui peningkatan omzet UMKM GoFood, UMKM GoPay, dan social sellers GoSend. Di masa pemulihan ekonomi saat pandemi, peran ekonomi digital semakin penting dalam menjadi mitra pertumbuhan para UMKM.
“Gojek juga mempercepat digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan, seperti ditunjukkan oleh data bahwa GoFood, juga mengantarkan UMKM untuk pertama kalinya mempunyai bisnis digital (96%) dan menggunakan pembayaran non-tunai (90%). Sedangkan, sejak bergabung dengan Gojek, 46% mitra GoRide dan 47% GoCar rutin menabung,” ujarnya.
Lebih lanjut Paksi menyampaikan, tidak hanya berdampak terhadap UMKM di dalam ekosistem Gojek, UMKM di luar ekosistem Gojek, seperti penyedia bahan baku di pasar dan bengkel kendaraan juga mendapatkan manfaat dari kehadiran Gojek di kota Palembang, dengan mengalami peningkatan omzet sebesar 65% sejak adanya Gojek.
Paksi menambahkan, keberadaan Gojek di Palembang juga menimbulkan efek domino di sektor lainnya. Dampak multiplier, atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek pada PDRB Palembang di tahun 2019, mencapai Rp723 miliar. Angka ini dihitung dari pendapatan UMKM di luar ekosistem Gojek (seperti bengkel yang digunakan mitra pengemudi, atau pedagang pasar yang menjual bahan baku ke mitra GoFood) setelah Gojek beroperasi di Palembang.
Selain meneliti dampak Gojek terhadap perekonomian di kota Palembang di tahun 2019, riset ini juga menunjukkan bahwa 96% mitra driver GoRide dan GoCar mendapatkan setidaknya satu jenis bantuan sosial dari Gojek selama masa pandemi COVID-19. Mayoritas dari mitra driver yang menerima bantuan (83%) mengapresiasi bantuan sosial dari Gojek.
Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi memaparkan, walau 83% mitra driver merasa khawatir dengan adanya COVID-19, lebih dari sepertiga mitra driver (40%) menunjukkan bahwa mereka tetap peduli dengan memberikan bantuan sosial kepada keluarga, masyarakat yang membutuhkan, lembaga keagamaan, dan kepada sesama mitra Gojek. Selain itu, mayoritas mitra driver tetap optimis bahwa dengan meneruskan kemitraan dengan Gojek penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum pandemi (72%), dan mereka akan tetap bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya (77%).
“Hubungan yang baik dengan Gojek juga tercermin dengan 90% mitra driver yang menyatakan akan seterusnya melanjutkan kemitraan dengan Gojek,” terang Alfindra.
Di tingkat nasional, di tahun riset 2019 menunjukkan sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) berkontribusi sebesar Rp104,6 triliun pada ekonomi Indonesia di 2019. Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik bruto (PDB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 setara dengan 1% PDB nasional Indonesia.
Riset LD FEB UI ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka untuk melihat kontribusi Gojek di tahun 2019 (Kota Palembang, N =651). Sedangkan untuk riset di masa pandemi COVID-19 dilakukan melalui survei online di wilayah yang sama pada bulan Mei-Juli 2020 (Kota Palembang, N = 3.624). Penentuan responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana (simple random sampling) dari mitra aktif dalam database Gojek. Sampel penelitian ini mewakili populasi mitra pengemudi GoCar dan GoRide; mitra UMKM GoFood dan GoPay; mitra UMKM social seller pengguna GoSend. Untuk UMKM lain di luar ekosistem Gojek (bengkel, pedagang pasar) di wilayah penelitian, dilakukan dengan metode purposif sampling. Riset ini merupakan salah satu riset dengan skala dan cakupan terbesar pada industri ekonomi digital Indonesia pada saat pandemi. (ije/rel)
















