PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC kecolongan gol di babak pertama semifinal Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 di Stadion Palaran, Samarinda, Jumat (2/3) malam.
Gol Borneo FC dicetak Marlon da Silva memanfaatkan tendangan bebas Srdan Lopicic di menit 25. Bola yang berada di garis kotak penalti sisi kanan pertahanan SFC, diarahkan Lopicic ke tiang jauh. Marlon yang berada di belakang Mahamadou N’diaye lepas dari pengawalan menyundul bola ke gawang secara bebas.
Usai gol Borneo FC tersebut, Beto dkk terpacu mengejar defisit skor. Namun disiplinnya pertahanan Pesut Etam membuat beberapa peluang Laskar Wong Kito mudah saja dipatahkan. Naiknya tensi permainan membuat benturan demi benturan tak terelakkan. Emosi pemain pun memuncak. Hal itu terlihat di menit 45 Makan Konate yang beradu bola di udara dengan Julian Faubert, terjatuh sambil mengerang kesakitan memegangi pipinya. Rupanya Konate terkena sikutan pemain asal Prancis itu. Sempat di protes pemain SFC, namun wasit Jerry Elly hanya memberi peringatan kepada Faubert.
Berselang dua menit, terjadi insiden antara Marckho Sandy dengan Abdul Rahman. Marckho yang terpancing emosi menendang Abdul Rahman dari belakang, pada situasi perebutan bola. Hal itu memicu perseteruan di lapangan. Pertandingan pun terhenti karena dua kubu memprotes wasit. Hingga akhirnya wasit Jerry Elly memberikan kartu merah kepada Marckho dan Abdul Rahman karena dinilai memprovokasi ketegangan antarpemain.
Dengan bermain dengan 10 pemain, layak ditunggu hasil akhir laga ini. Apakah SFC mampu mengejar ketinggalan dan berbalik unggul? Atau justru Borneo FC yang mempertahankan keunggulan dan menambah gol untuk melaju ke final? (ije)

















