
PALEMBANG, fornews.co-Gubenur Sumsel Alex Noerdin langsung bersikap, pascatertabraknya tiang penyangga Jembatan Ampera oleh tongkang pengangkut batubara yang diduga melebihi tonase.
“Kita harus bikin aturan baru yang tegas. Misal, dendanya dibuat sangat mahal, agar pemilik batubara itu mikir-mikir, itu antara lain,” tegas Alex, saat menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Sumsel, Rabu (17/05).
Alex menyatakan, tidak bisa langsung dilakukan penutupan Sungai Musi untuk angkutan batubara. “Kalau ditutup tidak boleh, mau dialihkan kemana. Tapi misal, tongkangnya jangan diisi terlalu penuh, tugboat nya yang bener, itukan muatannya menggunung,” ujarnya.
Sementara Walikota Palembang Harnojoyo, meminta Pelindo agar memperbaiki kondisi ini dan bertanggung jawab atas kejadian yang mengancam keberlangsungan Jembatan Ampera. “Pelindo harus memperbaiki dan bertanggung jawab. Semua berharap kedepan kejadian seperti hari ini, tidak lagi terjadi dan lebih berhati-hati,” tegasnya, usai meninjau Jembatan Ampera, Rabu (17/05) siang.
Harnojoyo mengungkapkan, kondisi arus Sungai Musi saat ini memang lagi deras, jadi butuh ekstra hati-hati membawa tongkang yang memiliki muatan cukup besar saat melintas.
“Kejadian ini akibat arus pasang surut yang cukup deras. Namun, kami berharap agar seluruh pengusaha stockfile dan petugas dapat memperhatikan kesiapan setiap peralatan, seperti tali. Karena, dari informasi, kejadian tersebut akibat tali dari tugboat yang menjadi kapal pandu terputus,” urainya.
Harnojoyo berharap, dengan adanya kejadian ini, Pemkot Palembang meminta agar
kedepan ada pengawasan terkait lalu lintas Sungai Musi. Perlu ada penambahan rambu-rambu sungai, agar dapat menjadi pelindung bagi lalu lintas sungai.
“Kita berencana akan terlibat dalam kegatan lalu lintas sungai. Pemkot saat ini sedang membuat Peraturan Walikota (Perwali) terkait pengawasan dan retribusi angkutan sungai,” tandasnya. (tul)

















