PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan untuk memeriksa seluruh struktur jembatan di daerah masing-masing.
Hal ini menyusul adanya kerusakan pada Jembatan Musi II Palembang yang mengakibatkan jembatan tersebut ditutup.
Herman Deru mengatakan dirinya telah meninjau kerusakan yang terjadi di Jembatan Musi II Palembang. Menurutnya, jembatan tersebut sudah sangat rentan terjadi kerusakan mengingat usianya sudah sangat tua yakni beroperasi sejak tahun 1992.
“Kerusakan ini telah dilaporkan dan Kementerian PU langsung menindaklanjuti serta melakukan perbaikan,” katanya, Minggu (22/03).
Perbaikan ini sendiri akan memakan waktu selama 14 hari ke depan. Artinya minggu pertama April mendatang sudah dapat digunakan. Dengan kejadian ini, dirinya telah menginstruksikan satuan kerja jembatan baik di provinsi ataupun di kabupaten dan kota di Sumsel untuk segera memeriksa seluruh struktur jembatan, khususnya yang sudah berumur tua.
“Saya sudah instruksikan agar kepala dinas PU di kabupaten dan kota serta di provinsi agar memeriksa struktur jembatan di daerahnya. Utamanya jembatan yang sudah berumur,” ujarnya.
Ia menambahkan untuk Jembatan Musi VI sejauh ini pengerjaannya tepat waktu. Bahkan, dirinya pun menargetkan selesai pada akhir tahun 2020 mendatang. “Anggaran untuk pekerjaannya sudah dikucurkan di tahun ini sehingga tidak ada alasan jika jembatan tidak selesai,” tutupnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel, Darma Budhy menambahkan, secara fisik progres keseluruhan jembatan tersebut telah mencapai 84 persen dan menyisakan 16 persen lagi. Pekerjaan yang tersisa diantaranya pembangunan dua bentang jembatan di sisi Ulu dimana masing-masing bentang panjangnya mencapai 40 meter.
Ditambah pembangunan oprit di sekitar 100 meter lagi. Sementara di sisi Ilir, tinggal pembangunan oprit sepanjang 115 meter. Selain itu, pada sisi Ilir dibangun juga frontage atau jalan samping yang merupakan persimpangan di jalan Ki Gede Ing Suro dan Pebem.
“Frontage ini dibutuhkan untuk kelancaran kendaraan baik yang akan naik ke jembatan maupun yang turun,” terangnya.
Untuk pengerjaan saat ini, ia mengaku tengah menyiapkan dokumen lelang proyek penyelesaian Jembatan Musi VI. Sehingga, April mendatang proses lelang sudah bisa dimulai.
“Insyaallah awal Mei sudah tanda tangan kontrak dan pekerjaan fisik bisa dilanjutkan,” singkatnya. (lim)
















