PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru membentuk Satgas Pemulihan Jakabaring Sport City (JSC) yang diketuai Sekda Sumsel Nasrun Umar, Senin (29/10) malam. Satgas dibentuk untuk segera mengambil langkah strategis perbaikan fasilitas dan kawasan JSC yang porak poranda akibat diterjang hujan dan angin kencang pada Sabtu (27/10) siang.
“(pemulihan JSC) harus selesai sebelum pergantian tahun. Jadi dalam 60 hari harus selesai. Makanya saya bentuk Satgas pemulihan ini,” kata Deru.
Deru menegaskan, Pemprov Sumsel berkomitmen menjaga kawasan serta fasilitas yang ada di JSC, karena JSC bukan saja aset Sumsel tapi juga kebanggaan Indonesia. Bahkan diakui Deru, kerusakan kawasan JSC akibat bencana alam ini merupakan salah satu ujian di awal masa baktinya sebagai Gubernur Sumsel. Meski demikian, Deru mengapresiasi komitmen semua pihak, mulai dari BUMN, BUMD, serta Kementerian PUPR dan pihak swasta untuk turut bersama-sama membantu memperbaiki kawasan JSC.
“Saya tidak akan biarkan bangunan mewah dan berteknologi tinggi ini hancur. Satgas segera bentuk tahapan yang jelas sampai pulih kembali. Saya pantau perkembangannya setiap hari,” tegas Deru.
Lebih lanjut Deru mengatakan, kejadian ini murni disebabkan bencana alam. Hal itu setelah dirinya mendapat masukan informasi dari berbagai pihak termasuk BMKG Palembang. Sehingga saat ini yang menjadi fokus perhatian adalah secepatnya melaksanakan perbaikan fasilitas dan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Saya mendapat laporan kalau Kementerian PUPR telah mengasuransikan sejumlah venue. Tapi kalau menunggu (pencairan) asuransi untuk perbaikan pasti lama, karena ada prosesnya. Padahal perbaikan ini harus cepat, tapi dengan skala prioritas. Misalnya di aquatik, takutnya apabila lambat dikerjakan, maka kerusakan akan merembet kemana-mana,” kata Bupati OKU Timur dua periode ini.
Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan JSC Nasrun Umar langsung menggelar rapat kecil di kantor PT JSC, Selasa (30/10) pagi. Nasrun menginstruksikan agar pihak terkait melakukan inventarisasi fasilitas dan infrastruktur apa saja yang mengalami kerusakan secara rinci. Kemudian diputuskan untuk mengatasi kerusakan ringan ditangani PT JSC langsung. Untuk kerusakan sedang dipimpin Kepala Dinas PSDA Sumsel. Sedangkan leading sector penanganan kerusakan berat adalah Kepala Dinas Perkim Sumsel.
“Kerusakan ringan ditarget selesai 25-30 hari, kerusakan sedang diperkirakan 30-35 hari, sedangkan yang rusak berat diselesaikan dalam 45 hari,” tegasnya.
Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh menjabarkan dari inventarisasi pihaknya di lapangan ada 131 pohon yang tumbang. Sehari pascakejadian, pihaknya langsung bekerja membersihkan kawasan JSC dari puing-puing material bangunan yang berserakan dan pohon-pohon yang tumbang tersebar di beberapa titik.
“Dari 131 pohon tumbang, 72 diantaranya sudah berhasil dievakuasi. Sisanya masih terus dikerjakan pembersihan,” tuturnya. (ije/ril)

















