JAKARTA, fornews.co – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menyambangi Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta Pusat, Senin (06/01). Ia datang menemui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dengan membawa empat usulan untuk dilaksanakan di Sumsel.
“Iya, saya menghadap pak Menteri. Ada beberapa permintaan yang saya ajukan dan usulkan. Pertama tentang pemindahan pelabuhan Boom Baru untuk mengantisipasi kontainer. Kedua tentang aliran sungai, ketiga perlintasan sebidang wilayah yang dilintasi perlintasan kereta api yang kerap kali menimbulkan kemacetan. Serta tentang pembangunan jembatan Endikat,” ungkapnya.
Terkait pembangunan jembatan Endikat ini, Deru mengusulkan agar akses jalan ini dibangun seperti Kelok 9 di Sumatera Barat. Menurutnya, pihaknya telah meminta kajian teknis dari Kementerian Perhubungan untuk mendorong ke Kementerian PU agar jembatan tersebut segera dibangun.
“Paling tidak nanti di wilayah tersebut bisa mempersingkat rute dan memperlandai konturnya,” kata Deru seraya menambahkan dalam usulannya juga termasuk tentang Jembatan Lematang.
Mengenai pelabuhan Boom Baru ke pelabuhan Tanjung Api-Api menurutnya, hal itu sudah sangat mendesak, sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat penumpukan kontainer, sekaligus juga sebagai sarana pengangkutan komoditas pangan dan pertanian.
“Tak hanya Tanjung Api-Api (TAA) yang harus dikembangkan, pemanfaatan aliran Sungai Musi yang digunakan sebagai perlintasan sarana angkutan komoditas perkebunan, pertanian, dan pertambangan perlu diperjelas kewenangannya,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Deru, Tol Palembang – Indralaya yang sudah operasional dan Palembang – Betung yang kini tengah dibangun, di sisi lain menimbulkan dampak kemacetan di perlintasan sebidang seperti Prabumulih dan Muara Enim, serta Bataraja. “Ada 9 jalan di Sumsel yang sering terjadi kemacetan karena dilintasi kereta api. Ini kita usulkan agar segera dibangun fly over atau under pass, ke Kementerian Perhubungan dan PU, sebab ini masuk jalan nasional”, ujarnya.
Menanggapi ini, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berjanji segera mengupayakannya. Terkait percepatan pemindahan pelabuhan Boom Baru ke pelabuhan TAA sekaligus pengembangannya, ia menyarankan agar dapat dilakukan tender ataupun dikompetisikan. “Bisa dilakukan kerjasama antara pemerintah dan swasta. Kalau Kementerian Keuangan sendiri cenderung untuk melibatkan swasta, sehingga tidak sepenuhnya memakai dana APBN. Akan lebih baik lagi skema pembiayaannya antara swasta dan investor,” terangnya. (rif)

















