PALEMBANG, fornews.co – Hendri Zainuddin memutuskan mundur dari kursi Manajer Sriwijaya FC. Mengenai alasan mundurnya, HZ menyebutkan ada beberapa poin.
“Rencana saya mundur dari manajer karena ingin konsentrasi di manajemen. Jadi saya tidak lagi menangani urusan teknis pemain, pelatih, ofisial dan lain sebagainya. Saya akan fokus sebagai Wakil Direktur Utama PT SOM, bagaimana bisa membenahi manajemen supaya bagus, cari uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai Sriwijaya FC dan persiapan Insyaallah kalau kita lolos ke Liga 1,” ujarnya ditemui di Sekretariat KONI Sumsel, Senin (06/01).
Selain itu, HZ mengaku konsentrasinya akan lebih banyak dicurahkan ke tanggung jawab baru sebagai Ketua Umum KONI Sumsel. Karena memang mengurus olahraga di Sumsel butuh fokus dan perhatian besar.
“Apalagi tahun ini Sumsel tengah bersiap untuk PON Papua,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Sriwijaya akan mencari figur manajer yang tepat agar kesinambungan tim tetap stabil. HZ menyebutkan kriteria menjadi manajer salah satunya adalah siap 24 jam mengurus tim. Mengenai apakah sosok itu harus orang berduit, HZ menegaskan hal itu bukan syarat mutlak.
“Urusan orangnya punya uang atau tidak itu bukan syarat utama, karena uang keperluan tim merupakan urusan manajemen,” katanya.
“Jadi untuk menjadi manajer itu ya pertama soal waktu, lalu seorang manajer bisa menganggap pemain itu bagian keluarganya. Kemudian manajer tahu persoalan masing-masing anggota tim dan punya solusi mengatasinya,” imbuh mantan anggota DPD RI ini.
HZ menerangkan, manajer baru nantinya sudah terpilih sebelum latihan perdana Sriwijaya FC, 20 Januari 2020.
“Manajemen akan menunjuk langsung manajer tim. Kita sedang cari dan komunikasikan dengan yang bersangkutan untuk menangani tim musim ini. Secepatnya diumumkan,” tukasnya. (ije)

















