YOGYAKARTA, fornews.co – Diskusi Jagongan Naskah bertajuk “Jagongan Ngilmiyah” di Puro Pakualaman, Kamis (7/3/2019), membahas salah satu naskah kuno koleksi perpustakaan Puro Pakualaman, Yogyakarta.
“Kita tidak perlu mengambil ajaran-ajaran dari luar, sebab para leluhur kita sudah begitu bagusnya membuat pendidikan,” kata Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Pakualaman yang biasa dipanggil Gusti Putri.
Di depan ratusan peserta diskusi yang didominasi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta, Gusti Ayu mencontohkan semangat tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro dalam menggali ilmu.
Baca: Dr. Annabel: Bahasa Arab Pengaruh Kuat Naskah Jawa dan Melayu
“Ki Hajar Dewantoro dahulu menggali filosofi-filosofi yang ada di Pakualaman,” ungkapnya.
“Pendidikan dan pengajaran Ki Hajar Dewantoro begitu bagusnya.”
Di depan kedua narasumber Dr Dick van der Meij (Belanda) dan Dr Annabel Teh Gallop (Inggris), Gusti Ayu juga mengajak para mahasiswa untuk terus tekun belajar.
“Mereka orang luar negeri yang cinta dengan naskah Jawa,” ujarnya.
“Kita harus malu.”
Masih banyak naskah yang belum tergali, imbuhya, belajar keras dan tekun agar filosofi-filosofi pada naskah dapat diambil intisarinya.

Gusti Ayu berharap melalui pengembangan filosofi-filosofi dan naskah, kaum muda dapat menjadi generasi penerus sehingga turut berkontribusi terhadap pendidikan di Indonesia.
“Sehingga dapat menjadikan naskah-naskah itu menjadi intisari pendidikan di Indonesia.”
Gusti Ayu juga berterima kasih kepada Annabel dan Dick yang telah bersedia hadir berbagi ilmu dan pengetahuannya. (adam)
















