YOGYA, fornesw.co – Kebanyakan orang hanya menilai naskah kuno sebagai hal yang biasa. Padahal naskah-naskah kuno seperti yang dimiliki Puro Pakualaman adalah naskah terindah yang pernah ada di Pulau Jawa.
Hal itu diungkapkan Kepala Kurator Naskah Asia Tenggara British Library London, Dr. Annabel Teh Gallop di Kepatihan Pakualaman Yogyakarta, Kamis (7/3/2019)
“Jawa memang sebuah pulau, tetapi bukan pulau tersendiri di tengah lautan pulau yang besar,” katanya.
Menurut Anna, naskah Jawa sangat kuat dipengaruhi oleh naskah berbahasa Arab yang sangat menjiwai kebudayaan Nusantara.
Baca: Gusti Ayu: Kita Harus Malu
Di antara ratusan naskah Nusantara dalam Bahasa Jawa dan Melayu, ada satu dua naskah lainnya yang berbahasa Bugis dan Batak.
Di Aceh misalnya, sambungnya, terdapat 100 naskah yang kuat dipengaruhi Bahasa Arab. Sebanyak 50 naskah berbahasa Arab, 30 bahasa Melayu campur Arab, 20 naskah berbahasa Melayu dan 10 naskah berbahasa Aceh.
Seperti halnya di Pakualaman terdapat 3 naskah berbahasa Jawa dan 3 naskah berbahasa Arab.

Anna menjelaskan bahwa menulis dan membaca sudah menjadi tradisi sejak jaman dahulu di Nusantara, dan tidak bisa dipisahkan dari Bahasa Arab.
“Karena hampir setiap orang di jaman dahulu yang pernah menulis naskah berbahasa Melayu atau naskah berbahasa Jawa terlebih dahulu mengkaji Al Qur’an,” ungkapnya. (adam)
















