JOGJA, fornews.co — Gwyneth Mandala kembali mementaskan ‘Trilogi: Rahim Waktu’ di Jogja dalam rangkaian tournya di lima kota di Indonesia.
Pementasan ‘Trilogi: Rahim Waktu’ menceritakan tentang seorang perempuan yang berjuang hidup melawan kanker rahim.
‘Trilogi: Rahim Waktu’ dipentaskan pada Ahad malam, 15 Juni 2025, di Kotabaru, Jogjakarta.

Gwyneth ingin membangun secara intens antara teks, tubuh dan ruang. Ia menghidupkan karya-karya puisinya melalui dramatical poem.
Pementasan ini mengajak penonton masuk ke dalam ritualnya yang sunyi. Tubuh menjadi altar, beban menjadi bagian dari ritus penebusan.
Gwyneth memperlihatkan bahwa puisinya bukan sekadar dibaca, namun, dirasakan, dihayati, bahkan disakralkan lewat kehadiran fisik.
Dalam bahasa Indonesia dramatical poem adalah puisi dramatik yang berarti jenis puisi yang ditulis dalam bentuk dialog atau monolog.
Puisi dramatik merupakan puisi yang memiliki unsur drama atau teater memungkinkan untuk dipertunjukkan secara dramatis.
Singkatnya, puisi dramatik adalah karya puisi yang ditulis dengan gaya drama yang dipentaskan.

‘Trilogi: Rahim Waktu’ dipentaskan dalam tiga babak, Dap Deep Dup, Sapi Buntung, dan Sapi Bunting.
Babak 1, Dap Deep Dup. Bau amis pertama yang mengetuk rahim waktu.
Babak 2, Sapi Buntung. Ia tertidur, penuh, dan nyaris meledak.
Babak 3, Sapi Bunting. Sang penggembala duka yang tidak mencari jalan pulang. Ia mencari siapa yang hilang.
Tidak dapat mengandung bukan berarti hidup telah berakhir. Perempuan harus bangkit. Tegar. Meski setiap perempuan menginginkan anak yang lahir dari rahimnya.
Menurut Gwyneth, kesuburan bukan hanya tentang kelahiran secara fisik. Ada hal yang lebih utama untuk meneruskan perjalanan hidup.
Disinggung mengapa memilih Jogja untuk menjadi titik ketiganya dalam ‘Trilogi: Rahim Waktu’, Gwen, menjawab sederhana: “Karena Jogja adalah pusat seni dengan masyarakatnya yang berkebudayaan tinggi.”

Seniman sekaligus penulis buku antologi puisi ini akan kembali meluncurkan buku terbarunya setelah merampungkan ritualnya di lima kota besar.
Ada tiga buku antologi puisi yang sudah diterbitkan berjudul Great Me (2019), Delusi Kosmos (2020) dan Lengkara (2022).
Sebelumnya, ‘Trilogi: Rahim Waktu’ sukses dipentaskan di Majenang dan Salatiga, menggandeng solois gitar dan band bergenre Pop Rock.
Di Majenang, pementasan Gwyneth dibuka oleh Arief Sidiq (Solois).
Sedangkan di Salatiga menggandeng FOEY, band bergenre Pop Punk asal Jogja beranggotakan Gian, Raymana, Fiston Fauzan, dan Apri Yusfanda.
Setelah dari Jogja, ‘Trilogi: Rahim Waktu’ rencananya akan kembali dipentaskan di Solo pada 5 Juli 2025 mendatang.
















