
BATURAJA, fornews.co – H+4 Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, aktivitas pasar tradisional di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), sudah kembali normal. Namun, pascalebaran, harga kebutuhan pokok akan sayur mayur meroket.
Pantauan di Pasar Atas Baturaja, Kamis (29/06), para pedagang sayuran sudah menggelar dagangannya sejak kemarin pagi. Didapati harga sayuran di pasar tradisional semakin justru meroket, seperti halnya kacang panjang yang sebelumnya hanya Rp3.000 perikatnya saat ini mencapai Rp8.000 atau naik hampir 200%. Harga bayam yang sebelumnya Rp2.000 kini mencapai Rp4.000. Pun juga dengan kangkung yang harga saat bulan ramadhan Rp1.000 kini bisa mencapai Rp4.000 atau naik 4kali lipat.
Termasuk daun ubi yang kemarin hanya dihargai Rp1.000-Rp2.000 perikatnya saat ini naik mencapai harga Rp6.000. Kenaikan tersebut dikatakan Marti (46) salah satu pedagang sayuran di kawasan Pasar Atas Baturaja, dikarenakan masih susahnya mendapatkan sayuran dari tangan pengepul.
“Sebagian (pengepul) memang sudah ngantar sayur pagi-pagi. Tapi msih banyak juga tauke sayur yang belum ke pasar. Mungkin masih modek ke kampung halaman kali,” ujar Marti, seraya mengucapkan mohon maaf lahir bathin.
Lebih lanjut Marti mengatakan, jika hal ini memang sudah biasa terjadi, bukan hanya mau lebaran saja harga naik. Habis lebaran harga makin tak terkendali di pasar. “Setiap tahun ya begini. Nanti normal lagi kalau tauke sayur sudah datang, pasokan sayur bakalan normal lagi harganya juga normal lagi,” pungkas Marti. (gus)















