PALEMBANG, Fornews.co – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 10, Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Palembang, berendans untuk menghadirkan program Edu Wisata di Komplek Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, di Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Edu Wisata ini rencananya bakal digelar pada Minggu, 19 Juli mendatang pada pukul 13.00 WIB
Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang, Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan yang akrab dipangil Ustadz YanMa mengatakan, peluncuran Edu Wisata ini sebagai salah satu edukasi santri, guna membentuk karakter santri yang kreatif dan mandiri, terutama untuk menciptakan santripreuner.
“Sesuai misi kita, menjadi sebuah pesantren yang ingin menjadikan santripreneur mencontoh Kiai Marogan, seorang ulama yang juga pengusaha sukses,” katanya, Rabu (15/07).
Program yang disiapkan pada Edu Wisata ini yaitu outbond, memanah, flying fox, rumah baca, menanam aquaponik, peternakan lele dan kambing.
“Ini kami gagas untuk menciptakan iklim pesantren yang lebih kreatif dan edukatif. Oleh sebab itu, pengurus menyajikan aneka wahana wisata edukasi terdiri dari outbond, memanah, flying fox, rumah baca, menanam aquaponik, peternakan lele dan kambing,” tegasnya.
Peluncuran Edu Wisata, menurut Penulis Buku “Kun Yusuf Mansur” ini, sekaligus untuk memperingati HUT ke-10 Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang, sejak diresmikan oleh Ustad Yusuf Mansur di Masjid Kiai Marogan Palembang sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 10 Juli 2010.
Diantara rangkaian acara itu, menurut Ustadz YanMA, panitia juga akan menggelar tasyakuran, pengajian ibu-ibu majelis ta’lim, berbagai lomba, potong tumpeng, khataman Al-Quran para santri Rumah Tahfidz se- Palembang.
Diantara perlombaan yang disiapkan, seperti lomba mancing, lomba balap perahu, lomba nasyid. Kegiatan ini akan melibatkan warga sekitar, rumah-rumah tahfidz se-Palembang, tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya.
“Khusus pada khataman Al-quran, para snatri dan ustadz sekaligus untuk mendoakan kebaikan bagi bangsa dan negara ini, agar menjadi bangsa yang baik dan bermartabat di Allah dan dan dimata dunia,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, dalam peluncuran Edu Wisata merupakan ide seiring dengan pengembangan Pondok Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan yang berada di area sekitar 1,5 hektar.
Di lahan tanah wakaf itu, selain difungsikan untuk asrama dan sarana belajar santri untuk menghafal Al-Quran dan Sekolah Alam, sebagian lahannya dikelola secara produktif menjadi kawasan wisata edukatif, melalui program Edu Wsiata.
Upaya pengembagan area pondok dengan mengelola Edu Wisata ini, menurut Ustadz YanMA, tidak lepas dari besarnya operasional pondok yang mengelola dan menampung santri yatim dhuafa.
Diharapkan melalui program ini, pesantren tidak selalu tergantung kepada para donatur, tetapi ke depan bisa lebih mandiri, dan bisa tetap bisa hidup dan menghidupi santri dan ustadznya dengan usaha-usaha pondok, slah satunya melaui Edu Wisata ini.
“Saya dan pengurus sangat menyadari, besarnya biaya operasional pesantren yang mayoritas terdiri dari anak yatim dhuafa. Oleh sebab itu pihak pengurus berikhtiar mengembangkan wakaf produktif usaha Pondok Marogan, diantaranya melalui Edu Wisata, agar kelak pesantren punya sumber dana yang kita kelola, selain dari para donatur,” terangnya.
Ia juga menambahkan, dalam peluncuran Edu Wisata ini, pihaknya juga akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, saat ini sudan dibentuk tim untuk memastikna kesehaltan bagi para tamu yang datang. Selain itu, juga telah disiapkan sejumlah fasilitas lainnya seperti tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan lain sebagainya.
“Kami mohon dukungan dan doa semla pihak agar Ponpes ini bermanfaat dan memberikan keberkahan,” tutupnya. (ril)

















