PALEMBANG, fornews.co – Imbas dari belum adanya kejelasan pembentukan skuat Sriwijaya FC untuk kompetisi Liga 2 membuat sejumlah pemain enggan bergabung di Laskar Wong Kito. Mereka memilih keluar dan berlatih dengan klub yang lebih siap.
Setelah ditinggal hampir seluruh pemain yang memperkuat tim di Liga 1 musim 2018, kini Sriwijaya seakan kehilangan daya tarik dalam merekrut pemain. Hal itu tentu sebagai imbas dari terdegradasinya Laskar Wong Kito ke Liga 2 musim ini. Hal itu diperburuk dengan pergantian kepemilikan dan manajemen yang membuat klub ini terkatung-katung. Bahkan pemain yang sempat berniat membela Sriwijaya di Liga 2 satu per satu mundur karena tak kunjung ada kejelasan soal kontrak kerja.
Pemain yang hanya tersisa beberapa orang saja dan merupakan talenta lokal Sumsel pun disulitkan dengan kondisi ini. Sebagai pemain profesional, mereka pun mencari klub yang memberikan jaminan finansial dan fasilitas lainnya.
Ichsan Kurniawan yang baru pulih dari cedera lutut terpaksa harus pergi dan bergabung dengan Borneo FC untuk mengembalikan kebugaran dan feeling kompetisi. Meski menegaskan dirinya masih bersama Sriwijaya, namun tidak menutup kemungkinan Ichsan akan dipermanenkan Borneo jika kondisinya telah 100%.
Kabar terbaru, talenta lokal Sumsel lainnya, Hapit Ibrahim pun meninggalkan Sriwijaya. Hapit yang musim lalu menjalani peminjaman di PSIS Semarang menarik perhatian jajaran pelatih Perseru Serui. Hapit pun dipinjam untuk memperkuat tim asal Papua itu di Piala Presiden 2019.
“Besok saya ikut latihan bersama Perseru Serui untuk Piala Presiden. Saya ditelepon pelatihnya dan diminta bergabung di pemusatan latihan Perseru di Malang,” ujar Hapit, Senin (25/02).
Meski membela Perseru di turnamen pramusim ini, namun Hapit menegaskan dirinya tetap memprioritaskan membela Sriwijaya di kompetisi nanti.
“Sriwijaya FC tetap prioritas. Saya ikut Perseru karena saat ini Sriwijaya FC tidak ada kegiatan (berlatih dan kompetisi),” tuturnya. (ije)

















