PALEMBANG, fornews.co – Unsur Muspida Sumsel melakukan monitoring dengan mendatangi dan memantau langsung proses pemungutan suara di TPS. Namun karena ada agenda video conference dengan Menteri Dalam Negeri, maka pemantauan diperkirakan hanya dilakukan di tiga daerah.
“Setelah ini saya bersama Kapolda, Pangdam, Danlanal, Danlanud dan semua akan monitoring minimal di tiga atau empat kabupaten. Kita akan pantau Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir, mungkin juga Muara Enim perbatasan OI kalau masih terkejar,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru usai nyoblos di TPS 58 Komplek Dolog Palembang, Rabu (17/04).
Menurut HD, titik yang dipantau bukan berarti TPS rawan. Akan tetapi lebih kepada alasan jarak tempuh yang terjangkau. Sebab dirinya dan unsur Muspida harus mengikuti video conference dengan Mendagri seputar pelaksanaan Pemilu secara nasional mulai pukul 14.30 WIB.
“Setelah (video conference) itu kalau memang ada titik yang harus dipantau meski di Muratara sekalipun akan kita datangi,” tegas HD.
HD mengatakan, poin penting yang perlu dipastikan di lapangan adalah bagaimana masyarakat, penyelenggara, pemerintah, memberikan solusi jika ada yang terhambat dalam proses pemungutan suara.
“Misalnya soal C6, lalu masalah pengetahuan (di bilik suara) karena pemilih harus membuka 5 lembar kertas dan memilih lalu melipatnya kembali. Perhatian khusus untuk kawan-kawan difabel, orang jompo, mungkin untuk keluarga yang dipercayai mungkin boleh mendampingi atau bagaimana, itu harus diambil tindakan yang cepat dan tepat,” tukasnya. (ije)
















