PALEMBANG, fornews.co – Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel, Herman Deru tidak membenarkan kalau organisasi ini ikut terjun ke dunia politik.
Pernyataan itu disampaikan usai melakukan pelantikan pengurus cabang ISNU Kota Palembang periode 2018-2023, di Ballroom Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Selasa (12/02).
Gubernur Sumsel ini mengatakan, ISNU mempunyai tanggung jawab yang lebih dibandingkan organisasi lainnya, karena semua pengurus dan anggota memiliki latar belakang pendidikan sarjana.
“Ketika ini baik, maka tanggung jawab, kalau tidak baik, siap-siap dicemooh. Kalaupun berbuat baik, itu hanya bentuk tanggung jawab, berarti harus berbuat baik yang plus agar mendapat pengakuan dari masyarakat,” kata Herman Deru.
Herman Deru menegaskan, pada pileg dan pilpres 2019 semua pengurus dan anggota ISNU tidak boleh berpolitik. Tetapi ISNU harus memberikan edukasi tentang pentingnya berdemokrasi.
Walau tidak punya tugas secara formal, tetapi ISNU punya tanggung jawab secara moril sebagai pengurus organisasi intelektual dan perbuatan sosial, dan harus menjadi penggagas yang bisa ditiru orang lain.
“ISNU organisasi tidak boleh berpolitik, tapi orang-orangnya berpengetahuan politik, maka wajar untuk memberikan pembelajaran politik. Soal ISNU misalnya memihak salah satu kandidat, silakan, tapi kandidatnya hanya ada satu-satunya,” tutur Herman Deru seraya berlalu.
Sementara itu, Ketua ISNU Palembang, Ratu Dewa ketika dikonfirmasi terkait larangan berpolitik dan arah keberpihakan politik ISNU, ia tidak bisa memberikan sebuah kepastian.
“Kita tetap dalam koridor organisasi sesuai arahan gubernur dan untuk wadah politik silakan teman-teman mengasumsikan sendiri tentang wadah politik,” katanya.(irs)
















