PRABUMULIH, fornews.co – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meresmikan Museum 3D Pertamina EP Asset 2 Pertama di Prabumulih, Kamis (07/02). Museum ini berisikan sejarah perkembangan minyak dan gas di Sumsel.
Herman Deru mengatakan, museum ini akan sangat berguna untuk masyarakat sekaligus membuka semua mata untuk lebih mengenal sejarah kemajuan Sumsel. Tidak hanya di bidang arkeologi, namun juga di bidang teknologi, bahwa di masa lalu Sumsel sudah mempunyai teknologi, dari sejak masa Belanda yang dulu mengekplorasi minyak dan gas.
“Gagasan yang telah dibuat ini menjadikan kita menjadi pintar, jika kita ingin cari tahu, kan harus ada tempatnya juga, saya bangga sebagai gubernur meresmikan museum gas yang baru pertama dibuat di Prabumulih ini,” kata Herman Deru.
Agar tidak mubazir, menurut Herman Deru harus ada sejenis anjuran bagi generasi masa depan, seperti pelajar hingga mahasiswa, bahkan anak balita yang belum sekolah untuk dapat mengunjungi museum ini, sehingga dapat menggali pengetahuan tentang perkembangan migas di Sumsel.
“Saya suka namanya museum 3D. Museum ini menjadi bukti bahwa Migas di Sumsel sudah berjaya dari dulu. Begitu sejarahnya,”ujarnya.
Peresmian ini menurutnya tentu menjadi kehormatan bagi kota Prabumulih, karena museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 bisa dijadikan suatu tempat mendapatkan informasi tentang migas di Prabumulih bahkan di Sumatra Selatan. Selain memberi manfaat bagi dunia migas, juga bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta masyarakat luas karena memberi informasi dan pengetahuan tentang seluk beluk migas.
Direktur Pertamina EP 2 Prabumulih A Pujianto mengungkapkan, awalnya museum ini adalah salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan kepada pemerintah Prabumulih. Namun seiring perjalanannya, muncul ide membuat museum yang berbeda dan bisa mengedukasi. Mengingat, kunci kemajuan masyarakat Indonesia adalah melalui pendidikan yang juga menjadi pondasi kemajuan di suatu negara.
“Kami wujudkan museum ini nanti bisa bermanfaat, di generasi masa depan museum ini menjadi salah satu ajang edukasi pelajar dan sarana rekreasi untuk masyarakat, konsepnya menghibur,” katanya.
Ke depan ia mengharapkan museum ini bukan cuma sarana pembelajaran, namun jadi sarana rekreasi untuk keluarga di Kota Prabumulih, di samping dengan memberikan pengetahuan berkaitan hulu migas dalam bentuk edukasi, ini meliputi pengetahuan proses produksi bagaimana dicarinya minyak dan bagaimana tersedia di atas permukaan.
“Akan ada berbagai penjelasan di museum ini melalui visualisasi serta audio, dan juga ada wahana rekreasi seperti spot selfie. Kepada pihak-pihak sekolah kami harapkan dapat hadir ke museum agar bisa mendapatkan manfaat seluas-luasnya untuk pelajar,” harapnya.
Pujianto menambahkan, dengan hadrinya museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 Kota Prabumulih ini, juga diharapkan koleksi-koleksinya dapat memberi informasi kepada masyarakat tentang migas serta atraksi yang menarik, serta dalam perjalanannya terus dikembangkan sehingga lebih atraktif dan informatif. Karena sangat edukatif, ia sangat berharap Pemda provinsi Sumsel akan selalu mendukung kehadiran museum ini.
Sementara itu Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan, museum ini dapat menambah pendapatan anggaran daerah, karena menurut pandangannya, Kota Prabumulih ini hanya menjadi tempat perlintasan saja. Maka dari itu pemerintah dan pihak Pertamina berusaha keras untuk membuat tempat yang bisa menarik minat orang berkunjung ke Prabumulih.
“Kami ingin kota kami bukan cuma menjadi perlintasan tujuan orang lewat ke kota lainnya, namun bisa menjadi tempat singgah, sehingga menambah pendapatan anggaran daerah,” ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut Ridho, langkah yang diambil PT Pertamina dengan mendirikan museum khusus tentang migas ini patut diapresiasi, karena museum merupakan jendela suatu bangsa, suatu daerah atau suatu pengetahuan tertentu. Seperti museum timah di Provinsi Babel.(bas)
















