TALANG UBI, fornews.co – Ada suasana berbeda sebelum pertandingan Timnas All Star melawan PALI All Star di Stadion Gelora November, Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sabtu (02/03) petang. Pemain kedua tim mengenakan pita hitam dilengan kiri untuk mengenang salah satu bintang sepak bola Indonesia era 1970-an hingga 1990-an, Zulkarnaen Lubis.
Zulkarnaen meninggal dunia sekitar pukul 07.30 WIB pada 11 Mei 2018. Meski sempat mendapat perawatan di RS Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, namun nyawa pelatih PS PALI itu tak bisa diselamatkan. Diduga Zulkarnaen terkena serangan jantung.
Dipimpin langsung oleh pemain Timnas All Star Herry Kiswanto, seluruh pemain yang hadir di lapangan mengheningkan cipta dan mengirimkan doa kepada almarhum.
“Beliau pernah bersama saya bermain di Timnas Indonesia dan di Kramayudha Tiga Berlian. Beliau sosok yang bertanggungjawab dan disiplin,” kata Herry sedikit memberikan sambutan.
Herry mengenang bahwa Zulkarnaen sosok yang disegani dan disenangi baik di dalam maupun luar lapangan. Zulkarnaen dikenal sebagai sosok yang memiliki rasa humoris tinggi. Oleh karena itu, pemain terhibur bila berada di dekatnya.
“Dia memiliki skill dan teknik bermain bola yang baik, orangnya ceria, kita sangat terhibur bila ada beliau. Saya mengenal baik dengan sesepuh sepak bola Indonesia ini,” tuturnya. (ije)

















