KAYUAGUNG, fornews.co – Tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang kembali memakan korban, Rabu (21/10) pagi. Kali ini, sebanyak empat korban meninggal dunia setelah mobil jenis Honda jazz yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang Fuso Fuso Hino BG 8949 IO yang dikendarai Riski Hermansyah (38), warga komplek GPA Sukajadi KM 14 RT 02 RW 01.
Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasatlantas, AKP Amalia SIK membenarkan kejadian tersebut. Diungkapkannya, peristiwa itu terjadi di KM 338 Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI.
Kejadian ini diduga dipicu oleh kecepatan kendaraan yang dikemudikan korban cukup tinggi karena di TKP tidak ada bekas rem. ”Tapi ini masih kami dalami termasuk apakah kondisi korban saat itu apakah mengantuk atau mabuk masih didalami,” terangnya.
Empat korban yang meninggaldunia di TKP tersebut yakni Adi, Rafiko, Rico Tampati dan Sus. Keempat korban Kata AKP Amaliah, sudah diperiksa dari sampel rambut, dan sementara Ferdinan korban lainnya yang berhasil selamt dari insiden itu mengalami memar dibagian leher belakang bawah telinga sebelah kiri korban dalam keadaan sadar, sudah diambil sampel darah.
“Sebenarnya kalau dibilang rawan kecelakaan di Tol itu tidak juga, tergantung kecepatan pengendara. Karena kecepatan maksimal 100 km/jam kalau terjadi lakalantas patalitas itu pasti kecepatan tinggi kalau kecepatannya normal landai,” katanya.
Menurutnya, selama ini pihaknya terus melakukan sosialisasi tatacara berkendara di dalam tol yang masih banyak belum dipatuhi pengendara.
Amirsah, paman korban mengungkapkan, sehari sebelum kejadian ia sempat bertemu ke 5 keponakannya ini yang semuanya merupakan warga Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang. ” Saya baru pulang dari Jakarta sekitar 20 menit, bertemu semua keponakan itu. Tidak menyangka semuanya jadi korban kecelakaan ini,“ ungkapnya lirih.
Sebenarnya, tutur Amirsah, Rico Tampati merupakan mahasiswa semester 3 Kuliah di Universitas Yogyakarta, karena pandemi COVID-19 sudah 3 bulan ini pulang kampung dan kuliah melalui daring. Ia juga berencana akan kembali ke Yogyakarta pada November ini setelah kondisi Covid dirasa cukup aman.
“Rupanya ia pulang untuk selama-lamanya dan ke 4 korban dimakamkan di Desanya Sungai Sibur pada pukul 20.00 WIB karena dari Kayuagung ke rumah duka bisa ditempuh perjalanan selama 3,5 jam sampai ke Rawajitu selanjutnya melalui jalur sungai,” tandasnya. (rif)

















