PALEMBANG, fornews.co – Usai diramaikan dengan pembahasan gerhana matahari cincin (GMC), Kamis (26/12) siang, masyarakat Palembang dihebohkan dengan datangnya hujan deras yang mulai turun sekitar pukul 16.30 WIB. Langit gelap menumpahkan air hujan yang disertai angin kencang dan kilat bersambar, membuat suasana Kota Palembang sudah seperti malam hari.
Seperti sudah bisa diduga sebelumnya, beberapa ruas jalan langsung tergenang air yang menyebabkan kemacetan kendaraan yang melintas. Seperti terpantau di Jalan Demang Lebar Daun tepatnya di depan showroom mobil Nissan – Datsun. Genangan air juga tampak di Jalan Angkatan 45 dekat PS Mall, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Mayor Salim Batubara, Jalan Residen Abdul Rozak, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kolonel H Burlian, Jalan A Yani, Jalan Kapten Anwar Sastro, Jalan Nyoman Ratu (asrama haji lama), Jalan Mayor Ruslan, dan beberapa ruas jalan lainnya. Tak hanya menyebabkan kemacetan, genangan air juga membuat sejumlah kendaraan terutama roda dua mengalami mogok.
“Nyesal juga nerobos banjir, jadinya mogok motor saya,” ujar Koerniawan pengendara motor yang mogok setelah melibas banjir di Jalan Demang Lebar Daun, Kamis (26/12) petang.

Hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon dan tower tumbang. Seperti sebuah tower internet di sebuah ruko yang berada di persimpangan Jalan Nyoman Ratu dan Jalan Kapten Anwar Sastro. Tower dengan tinggi lebih dari 10 meter itu patah dan roboh ke tengah jalan. Besi tower dan kabel menutupi jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat.
“Tibo-tibo bae roboh tiang itu ke jalan. Untung pas katek wong lewat. Dak tau jugo cak mano mindahkenyo kareno takut jugo kalo masih ado listriknyo,” tutur Udin warga sekitar lokasi robohnya tower.

Kemudian ada pula pohon tumbang di parkiran Hotel Aryaduta Palembang yang menimpa mobil yang sedang diparkir. Pohon menimpa mobil juga terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan tak jauh dari Kantor Bulog Divre Sumbagsel. Sehingga arus kendaraan dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Simpang Kuto maupun sebaliknya tak bisa melintas. (ije)

















