PALEMBANG, fornews.co – Kemungkinan muncul dan terpilihnya figur ketua secara aklamasi pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumsel Tahun 2026 nanti disebut bisa saja terjadi.
Karena hingga hari ini, nama kader yang menjadi calon terkuat pada Musda XI ini adalah sosok Andie Dinialdie, yang menjabat Sektretaris DPD Partai Golkar Sumsel dan Ketua DPRD Sumsel.
Meski begitu, pihak panitia pelaksana Musda XI Partai Golkar Sumsel menyebut hal itu belum bisa diketahui dan harus diverifikasi lagi saat pelaksanaan Musda yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, tanggal 1 dan 2 Agustus 2026.
Ketua Steering Committee Musda XI Partai Golkar Sumsel, Dr RA Anita Noeringhati SH, MH menyatakan, bahwa Kemungkinan aklamasi itu ada, tapi itu masih belum diketahui karena masih harus di verifikasi.
“Di daerah lain ada yang proses pemilihan dan ada yang aklamasi. Namun kita tidak bisa mempengaruhi pemilik suara. Untuk Sumsel (aklamasi) belum tahu, karena pendaftaran masih berjalan,” ujar dia, pada konferensi pers di Kantor DPD Golkar Sumsel, Kamis (30/7/2026).
Anita mengatakan, bahwa tahapan musda dimulai dengan pendaftaran, pengambilan formulir dan verifikasi berkas bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, yang dibuka pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026. Semua proses tersebut dipusatkan di Aula Kantor DPD Partai Golkar Sumsel.
“Seluruh proses pencalonan akan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi, serta Petunjuk Pelaksanaan Musda Partai Golkar yang berlaku. Setiap bakal calon wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan organisasi, sebelum ditetapkan sebagai calon yang berhak mengikuti proses pemilihan,” kata dia.
“Intinya, syarat mutlak kader minimal 5 tahun. Kemudian PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela), mendapat dukungan 30 persen dari pemilik suara atau dari 23 suara,” imbuh dia.
Terkait isu ada sejumlah nama kader yang beredar ikut dalam kontestasi musda ini, seperti Dodi Reza Alex, Dewi Yustisiana, dan lain-lain, ungkap Anita, bahwa siapapun kader Golkar mempunyai hak yang sama. Isu terkait nama-nama yang beredar itu nanti akan terlihat pada fase pendaftaran.
“Ketua Umum Partai Golkar meminta seluruh musda harus sesuai tahapan. Jadi kita lihat saja, maju atau tidak (nama-nama yang beredar) saat pendaftaran nanti,” ungkap dia.
Apalagi, jelas Anita, bahwa sesuai pesan Ketua Umum Golkar, siapapun kader yang terpilih harus mengemban amanah Partai Golkar. Kader terpilih harus menyatakan Partai Golkar menjadi partai pemenang.
Sementara, Ketua OC, Rudi Apriadi melanjutkan, panitia mengundang seluruh kader terbaik Partai Golkar Sumsel yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2026-2031. (aha)
















