PALEMBANG, fornews.co – Puluhan anak muda dan mahasiswa se-Sumbagsel antusias mengikuti seminar daring atau webinar tentang pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan yang digelar perkumpulan Hutan Kita Institute (HAKI), Selasa (11/5).
Direktur Program HAKI, Deddy Permana mengatakan, pihaknya menggandeng Perhimpunan Mahasiswa Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palembang untuk dapat mengadakan kegiatan ini. Menurutnya, mengedukasi generasi muda merupakan suatu transfer pengetahuan yang baik untuk bisa dilanjutkan ke seluruh masyarakat di tingkat tapak, terutama terkait Program Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria.
“Diharapkan setelah kegiatan ini adik-adik ini bisa kembali ke daerah atau desanya untuk mengedukasi masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian hutan,” kata Deddy dalam keterangannya, Selasa.
“Akan lebih baik lagi kalau mereka bisa terlibat dalam penyelesaian konflik agraria dan meminimalisir perusakan hutan melalui program perhutanan sosial, serta ikut dalam meningkatkan perekonomian melalui pengelolaan hutan berkelanjutan,” lanjutnya.
Webinar ini dihadiri narasumber dari berbagai unsur seperti Dinas Kehutanan Sumsel, pengelola hutan desa, akademisi ataupun Pemerhati Lingkungan. Diharapkan Deddy, materi dan pengalaman para narasumber dapat memotivasi generasi muda dan mahasiswa untuk ikut serta dalam sosialisasi Program Perhutanan Sosial di tingkat desa dengan tujuan tercapainya hutan lestari dan masyarakat sejahtera.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Palembang, Dea Veronica menambahkan, pemuda dan mahasiswa saat ini belum paham akan esensi permasalahan konflik agraria, alih fungsi lahan, hingga masalah kerusakan hutan. Karena itu, perlu adanya edukasi yang lebih dalam seperti webinar ini. Dengan begitu, ke depannya generasi muda lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan konflik agraria.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiyanto, salah satu masyarakat pengelola Hutan Desa Sukorejo membagikan pengalamannya dalam mengelola Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas seluas 403 hektar. Hutan desa di sana diakuinya telah dikelola dan dijadikan sebagai objek ekowisata, berupa camping ground dan air terjun.
Menurut Ardi, anak muda bisa membantu promosikan apa yang sudah dikelola dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pemanfaatan jasa lingkungan ini juga dapat menjadikan hutan lestari dengan cara sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan penanaman pohon. “Harapan ke depan generasi muda dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian supaya pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan,” tuturnya. (yas)

















