KAYUAGUNG, fornews.co – Ratusan hektar mangrove yang terletak di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) berpotensi untuk jadi kawasan mangrove unggulan di Indonesia.
Penanaman 230 hektar mangrove di Tulung Selapan ini sendiri merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Musi melalui program Padat Karya Penanaman Mangrove yang mulai dilakukan pada, Senin (23/11) kemarin.
Kepala BPDASHL Musi, Siswo, S.Hut, M.Si menjelaskan, terdapat lima Kelompok yang terdiri dari gabungan masyarakat di wilayah Kecamatan Tulung Selapan diantaranya, Kelompok Bakau Abadi, Kelompok Peduli Mangrove, Kelompok Hutan Mangrove, Kelompok Bakau Jaya Abadi, dan Kelompok Pencinta Mangrove yang merupakan masyarakat dari Desa Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga Raya, dan Desa Sungai Lumpur.
“Melalui program ini kami berharap dapat menjadi stimulus pemulihan ekonomi terkhusus di bidang kelestarian lingkungan dan kehutanan. Masyarakat dapat lebih berdaya dengan mengoptimalkan semua potensinya,” jelasnya
Siswo menambahkan, setiap satu hektar lahan akan ditanami 1.100 pohon mangrove, yang selanjutnya akan menjadi investasi besar. Dan jika dikelola dengan baik kawasan Mangrove di Kecamatan Tulung Selapan ini mampu menjadi unggulan di Provinsi Sumatera Selatan, bahkan Indonesia
Sementara itu, Pemkab OKI melalui Wakil Bupati OKI, H.M Dja’far Shodiq menyambut baik program padat karya penanaman Mangrove ini. Shodiq berpesan agar kegiatan positif semacam ini harus tetap diteruskan mengingat dampak positif yang bisa dirasakan langsung masyarakat
“Kecamatan Tulung Selapan dengan luas wilayah 4.853 kilo meter persegi menjadi salah satu aset berharga bagi Kab. OKI. Kami yakin dan percaya dengan semua resources (sumber daya) yang dimiliki, melalui padat karya penanaman mangrove di Kecamatan Tulung Selapan ini mampu menjadi salah satu kawasan unggulan di Provinsi Sumatera Selatan bahkan Indonesia”, ungkap Shodiq.
Sebagai informasi, Mangrove merupakan sumber daya alam tropis yang mempunyai manfaat ganda, baik dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Berbeda dengan hutan daratan, Mangrove memiliki habitat yang lebih spesifik karena adanya interaksi antara komponen penyusun ekosistem yang kompleks
Padat Karya Penanaman Mangrove tersebut menjadi langkah strategis bagi Pemkab OKI dan BPDASHL Musi sebagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kebijakan ini diproyeksikan akan mampu menstimulus roda perekonomian masyarakat di sekitar ekosistem mangrove
Padat Karya Penanaman Mangrove di Provinsi Sumatera Selatan meliputi 310 hektar yang tersebar di dua Kabupaten yaitu seluas 230 hektar di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI dan 80 hektar lainnya berada di Kabupaten Banyuasin. (rif)

















