PALEMBANG, fornews.co – Tingginya kebutuhan talenta digital di Indonesia belum mampu dipenuhi bursa tenaga kerja. Hal ini membuat Indosat Ooredoo menggelar program IDCamp, beasiswa coding bersertifikat global, sebagai upaya memangkas kesenjangan itu.
“Talenta digital seperti programmer, coding, data analytic, semua perusahaan saat ini membutuhkannya. Tapi apa yang mereka butuhkan tidak tersedia di pasar tenaga kerja, supply-nya masih sangat kurang,” ujar Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Sahroni, pada Kumpul Media Roadshow IDCamp di gedung serbaguna Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Bukit Besar, Palembang, Kamis (12/09).
Menurut Irsyad, saat ini dalam setahun terdapat gap 600.000 antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja talenta digital. Bahkan hingga 2030, angka kesenjangan di digital industry mencapai 9 juta tenaga kerja.
“Makanya Indosat Ooredoo merasa berkepentingan dan perlu untuk membantu pengadaan supply talenta digital,” kata Irsyad.
Irsyad mengatakan, dengan program IDCamp ini Indosat Ooredoo ingin berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Tidak hanya membangun SDM-nya, akan tetapi juga perekonomian, karena perekonomian kedepan berbasis digital.
“IDCamp merupakan wujud komitmen kami untuk memajukan edukasi di Indonesia dengan kebutuhan dunia digital sekarang yang berkembang pesat. Kami sangat senang melihat antusiasme para generasi muda Indonesia terhadap program IDCamp yang menunjukkan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan mereka. Indosat Ooredoo siap mengambil peran mengembangkan talenta digital lokal agar bisa bersaing secara global untuk berkontribusi pada ekonomi digital Indonesia di masa mendatang,” tuturnya.
Irsyad menerangkan, Indosat Ooredoo memiliki dua pilar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yaitu pendidikan dan pengembangan masyarakat. Program IDCamp ini, kata Irsyad, merupakan bagian dari CSR pilar pendidikan yang diluncurkan awal Agustus 2019.
“Awalnya beasiswa belajar coding dibuka untuk 10.000 peserta. Namun pada roadshow pertama di Universitas Diponegoro, Semarang, sudah ada 9.000 peserta. Bahkan di kota keempat di Palembang yaitu ke Universitas Sriwijaya ini peserta yang teregistrasi sudah 17.000. Animo sangat tinggi ini htidak kita duga sebelumnya, tapi kita syukuri. Jadi target direvisi, berapapun akan coba diserap selama partner kita Dicoding Academy mampu meng-handle,” tuturnya.
Irsyad menjelaskan, program IDCamp ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia dengan batasan usia maksimal 29 tahun. Para generasi muda yang berminat menggeluti bidang teknologi digital, akan diberikan beasiswa belajar coding secara online yang mencakup modul developer Android, Kotlin Android, dan Progressive Web Application, untuk tingkat beginner dan expert. Disediakan juga pelatihan offline atau tatap muka bagi calon-calon developer yang memiliki keterbatasan difabel.
“Para lulusan program IDCamp akan dibantu mendapatkan akses pekerjaan di industri digital dengan sertifikat berstandar global. Mereka yang nantinya tersaring 100 terbaik diharapkan bisa bergabung di Indosat Ooredoo. Tapi mereka mau ke tempat lain juga monggo silakan. Karena kami percaya semakin tumbuhnya ekonomi digital juga akan berdampak pada Indosat Ooredoo,” tukas Irsyad.
Sementara itu, VP-Head of Sales Southern Sumatra Indosat Ooredoo, MGS Mohammad Ali Safitri menambahkan, IDCamp Indosat Ooredoo di Palembang ini merupakan rangkaian roadshow di 20 universitas di seluruh Indonesia. Universitas Sriwijaya merupakan tempat keempat setelah Universitas Diponegoro, Universitas Mataram, Universitas Sumatra Utara.
“Roadshow IDCamp berisi sharing session dan talkshow mengenai perkembangan industri digital di Indonesia. Kita mau mengubah mindset anak muda Indonesia, dari yang sekarang ini asyik main game menjadi asyik bikin game atau aplikasi digital,” tuturnya.
Ali menerangkan, program IDCamp ini merupakan bagian dari CSR dan tidak ada kaitan langsung dengan pemasaran. Namun diakuinya, sedikit banyak pemasaran terbantu dengan berjalannya program ini.
“Untuk mengikuti atau mendaftar program ini memang harus menggunakan paket data Indosat Ooredoo. Namun fokus program ini lebih ke education bukan ke pemasaran. Tapi kalau mereka merasakan manfaat dan melanjutkan pakai paket Indosat Ooredoo ya itu bonus,” ujarnya.
Selain IDCamp, Indosat Ooredoo juga memiliki Program IM3 DigiTalent bagi para siswa siswi setingkat SMP dan SMA di Indonesia. Program ini mengajak dan menantang generasi muda untuk berani dan kreatif dengan memberikan tantangan tematik yang mengangkat aspek inspiratif, mengenalkan budaya lokal, ekspresi bakat dan hal menarik di sekolah. Para peserta berkesempatan mendapatkan beasiswa total Rp1 miliar hanya dengan mengunggah karya video kreatif mereka ke Youtube dan mendaftarkannya ke im3ooredoodigitalent.com.
Tim dari Indosat Ooredoo akan membantu mendaftarkan sekolah sebelum peserta dapat mengirimkan karya mereka. Program kompetisi Digital Talent ini akan berlangsung sejak 1 September sampai 31 Oktober 2019 dengan roadshow yang dilaksanakan ke 1.200 sekolah di seluruh Indonesia. (ije)
Mekanisme Program IDCamp Indosat Ooredoo
- Peserta registrasi ke idcamp.indosatooredo.com
- Dalam waktu 2×24 jam Indosat Ooredoo menghubungi peserta melalui email
- Peserta dapat token untuk akses kelas yang dipilih
- Ada tugas yang harus disubmit ke web dicoding.com
- Akan ada review dari tim untuk menilai peserta lulus atau tidak ke fase selanjutnya

















