MARTAPURA, fornews.co – Kabupaten OKU Timur menjadi pilot project program Indonesia Terang Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI), tepatnya di Dusun Batin Sari, Desa Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura.
Peletakan batu pertama program ini dilakukan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, akhir pekan kemarin.
Ketua Umum LPCI Teten Indra mengatakan, Indonesia Terang merupakan program dalam rangka percepatan pembangunan nawacita Presiden RI Joko Widodo.
Dikatakannya, dalam regulasi di negara ini pada 8 tahun lalu sudah mengadopsi konvensi menjadi undang-undang yang berbicara CSR. Di samping itu, CSR mengayomi 5 undang undang di antaranya, perseroan terbatas, penanaman modal asing, migas, pakir-miskin dan lingkungan hidup.
“Itulah payung legalitas CSR dan begitu kuat payung serta megalitas CSR ini.Fungsi lembaga pengembangan CSR sebagai generator, koordinator, fasilisator dan investigator,” kata Teten Indra.
Teten melanjutkan, lembaga pengembangan CSR khusus untuk perusahaan swasta nasional dan perusahaan swasta multi nasional.
“Lima tahun ke depan masih konsen dan fokus kepada CSR multi nasional sambil memberikan idokasi kepada para wajib CSR swasta nasional, begini cara pengembangan CSR yang baik dan benar,” tambahnya.
Dalam program Indonesia Terang ini, Teten mengungkapkan, LPCI memiliki dua program, fisik dan non fisik. Untuk pertama ini, baru pada program fisik.
“Jadi kalau saudara baru rencana akan membangun tanpa utang, kami di era bapak Presiden Joko Widodo sudah melaksanakan pembangunan tanpa APBN, APBD dan tanpa utang , itu ril, ini yang sedang kami laksanakan bahkan sudah dijalankan dari tahun 2017,” jelasnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya berharap program Indonesia Terang ini dapat berkesinambungan , tidak hanya di Kabupaten OKU Timur namun juga dilaksanakan di kabupaten/kota se Sumsel.
“Selaku Gubernur Sumsel, saya mengucapkan terima kasih kepada LPCI atas program Indonesia Terang ini, diharapkan akan ada program kelanjutannya,” kata Herman Deru.
Di samping itu, ia juga mengaku bangga memimpin Provinsi Sumsel dengan memiliki potensi alam yang luar biasa, di antaranya potensi batubara, minyak, gas yang diolah oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Namun itu semua masih perlu adanya kontrol terkait dengan CSR, baik perusahaan swasta dan perusahan asing. Mengingat selama ini sulit memantaunya karena tidak diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi sulit untuk melihat marjin dan profit mereka,” tuturnya.
Pun demikian dirinya masih menaruh harapan besar kepada LPCI ini untuk dapat segera melakukan investigasi lanjutan. Demikian juga dengan perusahaan yang belum menjalankan kewajiban perusahaan, yakni mengeluarkan CSR.
Sementara itu, Bupati Kabupaten OKU Timur Kholid Mawardi mengucapkan terima kasih kepada LPCI yang telah melakukan program Indonesia Terang di Kabupaten OKU Timur.
“Ini luar biasa. Terima kasih atas dipilihnya OKU Timur sebagai lokasi dicanangkannya Indonesia Terang ini,” ujar Kholid.(bas)

















