BATURAJA, fornews.co – Supaya tetap eksis dan tidak tergilas oleh ojek dan becak motor (Bentor), para pengusaha angkutan kota (Angkota) di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), bersepakat menurunkan tarif penumpang hingga 50%. Dari semula tarif penumpang jauh dekat dalam kota, Rp4.000 menjadi Rp2.000.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) OKU, Jhoni Afriadi didampingi Kasi Parkir Imam memyampaikan, penurunan tarif ini disampaikan para pengusaha Angkot ke Dishub, agar dibuat regulasinya.
“Mereka (pengusaha Angkot) mengusulkan tarif jauh dekat yang semula Rp4.000, untuk diturunkan menjadi Rp2.000. Artinya, terjadi penurunan 50%” ungkapnya kepada jurnalis, Rabu (01/11).
Ia menjelaskan, usulan ini tidak serta merta direalisasikan. Melainkan, pihaknya berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setda OKU, agar tidak berbenturan dengan aturan lebih tinggi.
“Dari hasil koordinasi kami ke Bagian Hukum, ternyata disetujui dan tidak menyalahi aturan. Tarif baru Angkot ini, sudah berlaku efektif sejak 20 Oktober lalu berdasarkan Surat Edaran kami (Dishub),” terangnya.
Lanjut Jhoni, dasar pertimbangan penurunan tarif angkot ini, dari kekhawatiran para pengusaha angkutan umum (Angkot), yang merasa tersisihkan sejak masifnya angkutan ojek dan Bentor. Dengan begitu, bisa memikat penumpang yang selama ini beralih ke ojek dan Bentor, dan ini sudah dirasakan para sopir Angkot.
“Aktifnya kembali Angkot, ini juga berdampak baik terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Karena, selama ini mereka tidak memperpanjang trayek dan memarkirkan Angkotnya, sekarang diperbaharui kembali,” ucapnya, namun dirinya tidak menyebutkan angka PAD dari angkutan umum.
Jhoni juga mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan penurunan tarif angkot ini melalui berbagai media, salah satunya melalui stiker yang ditempel dikaca mobil angkutan. “selain itu, kita juga telah membagikan selebaran ke masyarakat serta mengumumkan lewat radio. Ya bertahap, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum tahu, tapi kita sudah sosialisasikan,” tandasnya. (gus)

















