PALEMBANG, fornews.co – Striker gaek Herman Dzumafo Epandi tiba di Palembang dan selangkah lagi bergabung dengan Sriwijaya FC (SFC).
Namun meski belum ada kepastian apakah jadi direkrut Laskar Wong Kito atau tidak, namun suara kekecewaan muncul yang utamanya disuarakan kelompok suporter.
Meski demikian, bergabungnya pemain naturalisasi tersebut tampaknya tinggal hitungan hari. Sebab, kemungkinan besar Dzumafo akan menjalani tes kesehatan yang dijadwalkan Selasa (19/12). Jika dinyatakan tidak bermasalah, maka pemain berjuluk Super Dzuma itu akan menjadi pengisi lini depan SFC.
“Saya sangat mengerti aspirasi suporter. Tapi bagaimana mau menunjukkan kemampuan kalau kompetisi saja belum mulai. Tunggu saja di lapangan. Kalau mau menilai jangan di awal tapi nanti setelah kompetisi selesai. Saya mengerti sikap (penolakan) suporter, sebab mungkin mereka hilang gambaran tentang saya karena saya bermain di Liga 2 musim lalu,” katanya ditemui di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (18/12).
“Dimanapun kita gabung pasti ada suka tidak suka. Saya mengerti suporter cinta sama SFC dan ingin timnya bagus. Namun saya juga yakin sama kemampuan saya yang bisa membantu klub ini mencapai target yang diinginkan jika memang bergabung,” ujarnya.
Dalam rangkaian dirinya bergabung dengan SFC, Dzumafo mengaku optimis lolos tes kesehatan. Hal itu karena kondisinya yang sehat dan bebas dari cedera.
“Tapi tunggu besok saja bagaimana hasilnya (tes kesehatan). Saya juga habis main di 8 besar Liga 2 dan tidak ada cedera. Saya terakhir cedera hamstring di musim 2016 saat membela Persela Lamongan tapi sudah sembuh,” terangnya.
Menurut Dzumafo, dirinya memutuskan datang ke Palembang karena siap bersaing di skuad SFC. Meski begitu, Dzumafo menegaskan, dirinya tidak bisa sendiri dalam mewujudkan target klub, akan tetapi harus saling membantu dan bekerjasama dengan seluruh elemen tim.
“Saya pernah gabung disini musim 2013 dan waktu itu penampilan saya kurang memuaskan. Makanya ada kesempatan kembali kesini saya ingin menebusnya,” tuturnya.
Diakui Dzumafo, selain SFC ada beberapa klub yang menawarinya untuk bergabung. Setidaknya ada 3 klub Liga 1 dan banyak klub Liga 2 yang menawarinya.
“Tapi saya tidak berpikir panjang karena yang langsung menghubungi saya adalah Coach Rahmad Darmawan. Waktu itu saya bermain di 8 besar Liga 2 membela PSPS Pekanbaru. Dihubungi Coach RD saya bilang ke agen dan oke, kita pertimbangkan karena permintaan coach langsung. Kalau dengan Coach RD saya tidak ragu, karena pengalaman dan berita kita sama-sama tahu bagaimana sosok Coach RD,” katanya. (ije)
















