
PALEMBANG, fornews.co-Pimpinan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya, Hasan Turcahyo, menyatakan, pihaknya akan menyampaikan ke manajamen Hutama Karya, dari hasil pembicaraan dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, terkait kerjasama pengerjaan lintasan (track) Sirkuit MotoGP Jakabaring sepanjang 4,5 kilometer.
“Baru hari ini diminta untuk kerjasama membuat track (lintasan) sirkuit MotoGP Jakabaring, tentang teknologi yang akan dipakai untuk sirkuit tersebut. Tapi nanti kami akan kembali menyampaikan pada manajemen (Hutama Karya),” ujar Hasan kepada wartawan, usai bertemu dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Griya Agung, Rabu (01/03).
Hasan mengungkapkan, gubernur menghendaki pengerjaan proyek lintasan ini dilaksanakan oleh Hutama Karya. Karena, mempunyai proyek pengerjaan Jalan Tol Palindra yang relatif lebih dekat. Kemudian, kondisi tanah untuk sirkuit tersebut relatif sama dengan di kawasan pengerjaan jalan tol Palindra.
“Tapi kan nanti untuk pengerjaannnya akan menurunkan itm yang berbeda. Teknologi vacuum ini sendiri baru pertama dipakai untuk pengerjaan Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), jika jadi maka sirkuit MotoGP menjadi yang kedua,” ungkapnya.
Hasan menjelaskan, kalau dibanding dengan teknologi lain, untuk kriteria yang bisa memenuhi kriteria Pekerjaan Umum (PU), teknologi vacuum ini yang paling handal. Sistem vacuum ini digunakan untuk tanah lunak atau tanah rawa yang mengandung air.
“Kelebihannya, setelah diproses dengan metode ini tanah lunak atau rawa itu dalam jangka panjang sudah relatif tidak turun lagi. Tidak ada modifikasi, karena teknologi ini sudah universal,” jelasnya.
Hal yang membedakan teknologi ini dengan yang lain, terangnya, memerlukan ketelaten. Karena, dalam satu zona harus menanam 30.000 titik vertical drain, kemudian harus menutupnya dan tidak boleh bocor selama tiga bulan. “Ini tidak mudah. Bocor lubang jarum pun bisa berpengaruh, soal target ini masih kita hitung-hitungan, kalau dari hitungan kasarnya masih terkejar,” tandasnya. (tul)

















