
PALEMBANG, fornews.co-Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel MF Ridho menyatakan, pihaknya tetap akan melihat dingin, jika saat ini mulai ada psy war kampanye hitam antar pendukung mendekati pelaksaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018.
“Tapi kita belum melihat (black campaign) ini. Kami juga masih menunggu arahan dari Ketua DPD, apakah ini sudah menjadi kajian politik,” ungkapnya, saat ditemui di Gedung DPRD Sumsel, Selasa (02/01).
Menurut Ridho, kalaupun sudah ada black campaign, maka pihaknya tidak akan mengikuti cara seperti itu. “Namanya black campaign itukan upaya untuk mengaburkan kekuatan seseorang. Apalagi, ketua DPD Partai Demokrat merupakan salah satu calon gubernur Sumsel 2018, jadi kita melihat ini dingin-dingin saja dulu,” ujar Anggota Komisi V DPRD Sumsel itu.
Terlepas dari persoalan black campaign, Ridho menjelaskan, hingga saat ini DPD Partai Demokrat Sumsel belum menentukan kapan penyelenggaraan Musyawarah Cabang (Muscab) tahap II. Karena, DPD harus menyelaraskan kebijakan yang dibuat oleh DPP Demokrat untuk menyelenggarakan Muscab di 10 Kabupaten Kota.
“Bersamaan dengan persiapan Rakernas memang dipandang perlu ada penjadwalan ulang untuk Muscab. Namun, sampai sekarang jadwalnya belum ditentukan karena itu akan diatur oleh DPP,” jelasnya.
Ridho melanjutkan, Muscab nanti masih akan dilakukan dengan mekanisme sesuai standar dengan mengutamakan kemufakatan dalam bermusyawarah. “Partai menggariskan musyawarah mufakat. Artinya, jika dari hasil mufakat itu masih alot, akan tetap dilakukan musyawarah sampai pelaksanaan muscabnya kondusif,” tukasnya.
Setelah Muscab, tambahnya, akan dilanjutkan dengan agenda pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota dan konsoilidasi di tingkat kecamatan. Kemudian dilanjutkan tingkat kelurahan desa sampai anak ranting tingkat dusun atau RT. 10 DPC yang akan ikut muscab tahap II yaitu DPC Demokrat Pagar Alam, Ogan Ilir; Lahat; Musi Banyuasin; OKU Timur; OKU Selatan; Muaraenim; dan Banyuasin. (tul)

















