
PALEMBANG-Bendahara DPD Partai Gerindra Sumsel Kartika Sandra Desi menyatakan, salah satu penekanan pelatihan bela negara selama 10 hari di Hambangan yang diikuti hampir 250 anggota legislatif se-Indonesia baru-baru ini, yakni bagaimana mengenali persoalan daerah masing-masing.
“Kami diminta mengenali persoalan masing-masing di daerah asal kami. Lalu dianalisa kebutuhan apa yang bisa dikembangkan, kegiatan apa yang bisa dilakukan. Ini yang selanjutnya menjadi fokus kerja kami,” katanya, saat dibincangi di ruang Komisi I DPRD Sumsel, Rabu (02/11).
Wanita yang akrab disapa Cici ini melanjutkan, Banyak hal yang disampaikan saat pelatihan tersebut, termasuk bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat kecil khususnya dalam menghadapi MEA. Baik itu untuk petani, pedagang, pengrajin dan semua pekerja diberbagai bidang. Dia mencontohkan persoalan cangkul yang diimpor dari Cina, yang sangat memukul masyarakat Indonesia. “Cuma cangkul saja kita harus impor. Itukan kerjaan orang kita. Lalu juga masuknya tenaga kerja dari luar yang sedang ramai-ramainya. Ini juga tidak benar, tenaga lokal kita diabaikan,” tegasnya.
Berkaca dari hal itu, maka jaringan Partai Gerindra yang sangat luas dari daerah hingga pusat, harus dimaksimalkan. Bagaimana mendorong anggaran untuk kesejahteraan masyarakat. “Untuk petani, bagaiamana mendorong alat pertanian tepat sasaran. Bagaiamana bantuan pertanian dari pusat benar-benar diberikan yang dibutuhkan pada petani. Lalu kami juga didorong untuk mengembangkan koperasi,” katanya.
Cici menceritakan tentang pelatihan bela negara, bahwa yang telah digelar Partai Gerindra menjadi yang terbaik. Karena diperoleh dengan berbagai penilaian dan kriteria yang berat. Setiap peserta harus harus bangun pukul 04.30 WIB dan memulai aktivitas dengan ibadah shalat subuh. Lalu olahraga hingga pemutaran film-film perjuangan, baik mengenai ulama, Jenderal Soedirman, dan lainnya.
“Tidak mudah, karena kita harus mampu bekerja sama dengan baik. Misalnya jangan ada yang makan kalau semua belum siap. Kalau ada satu salah, semua harus dihukum. Dengan meneladani pejuang, diharapkan akan mampu membuat kami legislator mampu bekrja dengan ikhlas saat kembali ke dewan ini,” tandasnya. (tul)















