PALEMBANG, fornews.co – Ada banyak cerita dibalik pelantikan Gubernur Sumsel Periode 2018 – 2023, Herman Deru, pada 1 Oktober lalu. Ternyata, tidak semuanya mengisahkan tentang haru dan bahagia.
Awalnya, rencana pelantikan Herman Deru sebagai Gubernur Sumsel Terpilih bakal dilaksanakan pada 27 September 2018, atau tahap II sesuai dengan yang terjadwal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Berikutnya, ketika Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo usai melantik Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Hadi Prabowo pada 21 September 2018 mengatakan, bahwa pelantikan Gubernur Sumsel Terpilih akan dilaksanakan sesuai Akhir Masa Jabatan (AMJ) gubernur yang lama selesai. Artinya, Herman Deru bakal dilantik pada 9 November, sesuai AMJ dari Alex Noerdin memimpin Sumsel.
Saat itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menilai, ada pihak yang begitu besar ingin menghambat proses pelantikannya. “Ya saat itu masih belum jelas. Katanya ada yang sesuai AMJ, atau setelah tahap satu atau tahap dua, hingga harus ada Pj gubernur,” ujarnya, sedikit menyampaikan curahan hati (curhat) nya saat menghadiri Deklarasi Tim Pembela Jokowi (TPJ) Sumsel, di Selebriti Cafe, Minggu (21/10).
Nah, ketika dihadapkan pada kondisi yang serba tidak jelas tersebut, mantan Bupati OKU Timur dua periode itupun akhirnya memilih untuk menyiapkan segala sesuatunya sendiri. “Ujung – ujungnyo baju seragam aku beli dewek, karena tidak jelas saat pelantikan,” tutupnya, disambut gelak tawa para tamu undangan yang hadir diacara tersebut.(tul)

















