PALEMBANG, fornews.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Minggu (25/11) nanti kembali mendatangi ke Palembang, untuk menemui para kepala desa (kades) dan para pendamping desa se-Sumsel.
Namun, selain menghadiri lawatan disejumlah agenda kementerian tersebut, sebagai calon presiden (capres), Jokowi punya misi lain untuk para partai politik (parpol) koalisi dan semua relawannya di Sumsel, yang sudah disiapkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi – Ma’ruf.
Direktur Saksi TKN KIK, Muhammad Lukman Eddy menerangkan, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci rencana kedatangan Jokowi sebagai Presiden RI. Namun, sebagai Capres nomor urut 1, agendanya menghadiri rapat kerja antara caleg partai koalisi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Tentu ada pengarahan dari capres yang memberikan semangat kepada caleg TKN dan TKD Koalisi Kndonesia Kerja. Kemudian para caleg TKD dan partai kolisi serta relawan akan diberikan pembekalan oleh TKN, isinya sosialisasi tentang visi misi dan narasi-narasi positif
yang mengedukasi masyarakat, bukan kontra produktif. Progres pembangunan selama empat tahun kerja pak Jokowi seperti apa, sekaligus menjawab apa yang dikembangkan pihak Prabowo – Sandi lewat jubirnya semata mata bohong belaka,” terangnya, saat memberikan keterangan pers, di Posko TKD KIK Jokowi – Ma’ruf, Kamis (22/11) malam.
Menurut Eddy, kalau tidak dijawab dengan fakta yang sebenarnya, lama-lama masyarakat akan percaya. Mudah-mudahan dengan tambahan informasi ini, maka para caleg mendapat informasi lengkap apa yang dilakukan Jokowi selama empat tahun.
“Kemudian menjawab isu – isu black campaign yang menyatakan Pokowi adalah PKI. Berita hoax yang lain adalah presiden yang melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Ulama yang mana yang ditangkap. Padahal betapa progresifnya pak Jokowi melakukan kerja membantu ribuan santri dengan tempat kerja dan sebagainya.Pada akhirnya, Pak Jokowi menggandeng ulama besar MUI Prof Ma’aruf Amin. Jadi kriminalisasi apa lagi yang dituduhkan kepada pak Jokowi,” ujar mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden Soesilo Bambang Yoedoyono (SBY) itu.
Kemudian agenda kedua, jelas Eddy, capres akan melatih pembekalan caleg dan TKD dengan mengelola sosial media (sosmed) yang bertanggung jawab. Karena nanti secara sistimatis para influenser, jubir dan lainnya untuk terlibat pada masa kampanye positif. “Persiapan serangan darat canvasing door to door campaign untuk mengedukasi masyarakat. Tidak masanya lagi mengumpulkan masa dan dangdutan. Barulah agenda terakhir merapikan organisasi TKD hingga yang paling bawah dan pemantapan saksi-saksi,” jelasnya.
Kegiatan berikutnya, tukas Eddy, Capres Jokowi akan bertemu dengan kyai dan tokoh masyarakat di rumah H Halim, untuk berdialog. Termasuk melakukan hal yang sama menjelaskan semua berita hoax. “Agenda lain ada, tapi tidak bisa diceritakan karena beliau sering melakukan kegiatan mendadak,” tukasnya.
Sementara Sekretaris TKD KIK Jokowi-Ma’ruf Provinsi Sumsel, yang Ketua Panitia, Giri Ramanda menuturkan, sebenarnya acara sudah disusun sesuai porsi daerah. Tapi yang jelas, acara konsolidasi yang diundang ada 2600 orang, 2200 adalah caleg sisanya masyarakat dan relawan.
“Acaranya di Sultan Convention senter, tempat baru dan luas, hingga tidak mengganggu parkiran. Setelah pembekalan dari presiden, ada pembekalan khusus untuk caleg bagaimana memenangkan suara jokowi di sumsel,” tandasnya.(tul)

















