BATAM, fornews.co – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muba telah mengantisipasi pengamanan data dan aplikasi elektronik dengan mem- backup lewat Data Centre BP Batam.
Menurut Kepala Dinas (Kadiskominfo) Muba, Herryandi Sinulingga AP, sebenarnya kerjasama dengan Data Center BP Batam ini telah terjalin untuk keempat kalinya.
“Perjanjian kali ini menyangkut pengamanan terhadap ketersediaan informasi berupa pengamanan data dan aplikasi elektronik,” ujar dia usai penandatanganan kerjasama di BP Batam, Kamis (11/01/2024).
Sinulingga mengatakan, kerjasama untuk backup data ini lebih kepada bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan seperti server crash, bencana alam dan hal lain yang mengakibatkan rusak dan tidak berfungsinya server utama di Diskominfo, data dan aplikasi elektronik tersebut dapat segera dipulihkan.
“Dalam waktu cepat semuanya bisa berjalan normal dengan memanfaatkan backup data dan aplikasi di Data Centre BP Batam,” kata dia.
Jenis kerjasama ini, ungkap Sinulingga, yakni Colocation Server yang menempatkan server milik Diskominfo Muba di Data Centre BP Batam sebagai lokasi backup dan replikasi data.
Pengoperasiannya backup dan replikasi data tersebut, sambung dia, telah Standar Internasional ISO 27001:2022. Saat ini ada 23 jenis aplikasi dari 15 Perangkat Daerah yang tergabung dalam server Diskominfo yang sudah di colocation-kan di Data Centre BP Batam. Namun, masih ada 33 aplikasi dari 14 Perangkat Daerah yang tersebar di Diskominfo Muba yang belum di-backup.
Tahun 2024 ini, akan dikembangkan lebih lanjut kerjasama dengan memanfaatkan layanan VPS (virtual private server) Data Centre BP Batam.
“Pertimbangannya, dari pada kita bangun sendiri tentu lebih mahal, baik dari segi penganggaran dan kemananan data, serta biaya pemeliharaan yang lebih tinggi,” ungkap dia.
“Bila lewat kerjasama dengan Data Centre BP Batam, sifatnya sewa dan biayanya lebih efesien, namun kualitas layanan keamanan informasi tetap terjaga,” imbuh dia.
Sementara, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi BP Batam, Sylvia Jeannette Malaihollo menuturkan, kekuatan dan backup data dapat menguatkan sebuah organisasi.
“Powerfull data bisa mempengaruhi suatu organisasi. Kami memberi layanan mengolah, mem-backup dan menyajikan agar data tersebut dapat dimanfaatkan oleh mitra dalam hal ini Pemkab Muba,” tutur dia.
Perlu disampaikan, tambah dia, kerjasama dengan Data Center BP Batam ini, selain kementerian dan lembaga, juga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya.
Data Centre BP Batam sendiri telah berstandar ISO 27001:2013 (Keamanan Informasi) dan ISO 9001:2015 (Manajemen Mutu), mulai dari tata kelola data Centre yang sesuai Standar Prosedur dan keamanan informasi data para tenan.
“Khusus di Sumsel, baru Pemkab Muba dan Pemprov Sumsel yang bekerjasama dengan Data Centre BP Batam. Ini semua sebagai bentuk kolaborasi kita bersama untuk memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun negara,” tandas dia. (aha)

















