
PALEMBANG-Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo apel siaga pasukan yang juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia ini, untuk pengecekan kesiapan seluruh personel menghadapi suasana dan situasi yang bisa berubah kapanpun.
Djoko mengungkapkan, ada beberapa peristiwa yang patut di antisipasi dalam waktu dekat, yakni tanggal 28 Oktober akan ada demo unjuk rasa yang difokuskan pada kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi -Jusuf Kalla. Kemudian tanggal 1 November akan ada unjuk rasa mogok nasional terkait transportir BBM, dan tanggal 4 November akan ada unjuk rasa besar-besaran terkait penistaan agama yang ditujukan kepada salah satu calon kepala di daerah di Jakarta serta antisipasi peristiwa lainnya seperti bencana alam.
“Walaupun semua unjuk rasa ini akan berlangsung di Jakarta, langkah antisipasi harus tetap kita lakukan, karena dikhawatirkan akan ada aksi yang sama di daerah,” ungkapnya, saat memimpin langsung apel siaga pasukan dalam rangka kontijensi diwilayah Provinsi Sumsel di Mapolda Sumsel, Kamis (27/10).
Djoko menerangkan, apel siaga ini juga ditujukan untuk memastikan kesiapan personel ,terkait pelaksanaan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di awal tahun 2017 mendatang. “Di Sumsel penyelenggaraan Pilkada serentak hanya di satu daerah yakni Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Saya mengingatkan agar seluruh anggota TNI, Polri dan ASN agar bersikap netral demi mensukseskan Pilkada serentak di Sumsel,” tegasnya.
Sementara, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menyatakan, walaupun kondisi keamanan di Sumsel tetap aman, kondusif dan terkendali, namun kekondusifan tersebut harus perlu dilakukan langkah antisipasi.
“Kami mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan Polda Sumsel dengan menggelar Apel siaga kesiapan personil. Memang, sampai saat ini Sumsel tetap aman, kondusif dan terkendali dan harus kita jaga bersama, walaupun kondusif langkah antisipasi tetap perlu dilakukan,” terangnya.(tul)

















