
JAKARTA,fornews.co- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan ada tiga tahapan besar yang ingin dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia. Yang pertama, sebagai pondasi, Indonesia akan bangun infrastruktur. Pada tahapan yang kedua, Indonesia akan bangun industri pengolahan yang berbasis kepada bahan-bahan mentah yang Indonesia punyai. Yang ketiga, baru Indonesia masuk ke industri jasa..
Hal itu diungkapkan Presiden saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Peluncuran HIPMI Go to School, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/3).
Menurut Presiden, tahapan 10 tahun pertama pembangunan infrastruktur. ”Ini betul-betul harus fokus dan harus diselesaikan, karena dengan inilah kita akan bisa memperkuat daya saing (competitiveness) kita. Biaya logistik, biaya transportasi, akan jatuh lebih murah sehingga nantinya harga-harga juga bisa bersaing dengan produk-produk dari luar,” kata Presiden.
Sementara, masuk 10 tahun berikutnya adalah industri pengolahan. Presiden mengingatkan, jangan sekali-kali pada tahapan 10 tahun yang kedua, jangan sekali-kali masih ada kita yang berjualan bahan mentah (raw material).
“Stop! Harus sudah tidak ada lagi, semuanya harus barang minimal setengah jadi yang syukur kalau kita bisa push, agar kita mengekspor itu dalam bentuk barang jadi semuanya. Kelapa sawit, jangan sampai nanti kita ngirimnya CPO terus. Stop,” tegas Presiden.
Kemudian di 10 tahun yang ketiga, lanjut Presiden, kita harus bisa masuk besar-besaran kepada industri jasa. Tapi meskipun masih 30 tahun lagi, Presiden mengingatkan, sekarang pun tetap harus dimulai.
Presiden menuturkan, industri pengolahan dimulai, industri jasanya juga harus dimulai, tapi besar-besaran pada tahun-tahun yang disebutkannya tadi. Ia mengingatkan, kekuatan Indonesia adalah di industri pariwisata.
“Masuklah anak-anak muda ke industri ini, karena industri ini akan menjanjikan. Yang kedua yang berkaitan dengan life style, ini akan berkembang di negara kita. Yang berkaitan dengan retail, media, kuliner, online store ini akan berkembang pesat sekali. Dan ini anak-anak muda yang bisa,” tutur Presiden seraya menambahkan, sudah sulit untuk generasi seumur dirinya masuk ke dunia tersebut. Tapi anak-anak muda yang bisa menguasai ini.
Presiden mengingatkan, agar di setiap segmen tadi, setiap 10 tahun, jangan melupakan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia), karena nanti akan ada bonus demografi di tahun 2030-2035, di mana 52 persen penduduk kita berada pada usia yang sangat produktif.
“Kalau pembangunan SDM ini bisa kita kerjakan, itu akan menjadi sebuah kekuatan besar kita. Tapi kalau kita gagal, akan menjadi sebuah beban negara yang sangat besar,” tutur Presiden Jokowi seraya mengingatkan, siapapun nanti pemimpinnya, yang namanya pembangunan SDM menjadi kunci dalam rangka menghantarkan kita kepada Indonesia Emas di 2045. (cong/setkab)

















