KAYUAGUNG, fornews.co – Kecelakaan maut terjadi di ruas tol Palembang-Lampung tepatnya di KM 325 Kecamatan Kayuagung, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (16/09). Insiden ini menyebabkan satu pengendara tewas di lokasi kejadian.
Lakalantas di jalan tol yang belum diresmikan operasionalnya ini melibatkan dua mobil Kijang Innova BG 1212 XO dengan Toyota Avanza BG 1829 AF.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari mobil Innova yang datang dari arah Lampung menuju Palembang berpindah ke jalur kiri karena jalur yang digunakan ditutup. Nahasnya, secara bersamaan dari arah berlawanan datang mobil Avanza yang juga melaju dalam kecepatan tinggi. Akibatnya benturan kedua mobil tak terhindarkan.
Insiden ini sontak membuat heboh warga di sekitar TKP. Menyusul tak berapa lama foto dan video kecelakaan ini beredar di media sosial. Apalagi diketahui ruas jalan tol ini belum resmi dioperasikan.
Kasat Lantas Polres OKI AKP Ricky Nugraha menerangkan, korban tewas pada lakalantas ini adalah sopir Toyota Avanza bernama Imam Khoiri (56). Warga Desa Balerejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi meninggal dunia di lokasi kejadian diduga akibat benturan keras yang dialami.
“Sedangkan penumpang (Avanza) Enceh (37) mengalami luka robek di kening sebelah kiri dan di dagu,” kata Ricky.
Sedangkan korban di dalam Kijang Innova yang berjumlah lima orang hanya mengalami luka ringan dan syok. Mereka adalah Fajri (40), Iwan (33), Hardiyanto (33), Riki (19), dan Agus (38). Korban tewas dan luka-luka semuanya dibawa ke RSUD Kayuagung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Antonio Ramadan sangat menyesalkan peristiwa ini. Diterangkannya, ruas tol Trans Sumatra yang melintas di Kabupaten OKI ini memang belum dibuka untuk umum karena beberapa titik masih dilakukan perbaikan.
“Belum sama sekali difungsikan untuk ruas tolnya, malahan ditutup sekarang karena masih ada perbaikan. Itu orang yang bandel maksa lewat tol,” kata Antonio kepada fornews, Senin (16/09) sore.
Menurutnya, peristiwa ini sebenarnya bisa dihindari seandainya pengendara taat aturan. Apalagi, dikatakan Antonio, pihaknya telah memberikan imbauan agar pengendara tidak lewat tol untuk saat ini. Namun di lapangan masih ada saja pengendara yang memaksa untuk lewat.
“Sudah mas, sudah kita kasih imbauan malahan dari Gerbang Tol Celikah (larangannya). Tapi masih saja ada yang maksa masuk. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi pengendara untuk mentaati peraturan dan instruksi petugas di lapangan agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi,” tukasnya. (rif)

















