PALEMBANG, fornews.co – Satu kesalahan yang dilakukan pemain PSPS Riau harus dibayar mahal dengan kehilangan poin saat bentrok dengan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Senin (16/09) sore.
Sukses menahan imbang Sriwijaya FC di babak I, membuat harapan PSPS Riau mencuri poin dari Palembang melambung. Apalagi di awal babak II, Sriwijaya mengendurkan tekanan yang membuat permainan cepat PSPS berkembang dan berbalik menekan Sriwijaya. Akan tetapi hilangnya konsentrasi barisan pertahanan mengantisipasi serangan balik Sriwijaya membuat lubang di belakang. Hal itu mampu dimanfaatkan dengan sempurna oleh winger Sriwijaya, Yohanis Nabar, yang melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti tanpa ada gangguan sama sekali. Gol di menit 72 itu menjadi satu-satunya gol di pertandingan tersebut.
“Apapun itu saya berpuas hati dengan keseluruhan jalannya pertandingan. Memang kita tidak bermain terbuka karena fokus untuk melakukan serangan balik. Pemain saya hilang konsentrasi saat ada crossing dari sisi kiri dan tidak ada yang menutup Yohanis Nabar. Jadi itu kesempatan dia cetak gol,” ujar Pelatih PSPS Riau Raja Isa pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Senin (16/09) sore.
Menurut Raja, bicara peluang, pemainnya juga sempat mencatatkan beberapa kesempatan menjebol gawang Sriwijaya. Seperti peluang yang didapatkan Firman Septian yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Sriwijaya, Galih Sudaryono yang disebut Raja seharusnya bisa menjadi gol. Akan tetapi pelatih yang kaya pengalaman ini paham dalam sepak bola semua bisa terjadi.
“Inilah sepak bola, sebagai pelatih saya bertanggungjawab sepenuhnya atas hasil ini. Secara keseluruhan saya apresiasi pemain yang telah berupaya maksimal, hanya saja mereka hilang sedikit konsentrasi saat terjadinya gol Sriwijaya dan akan kita perbaiki saat berhadapan dengan Aceh Babel United,” tutur pelatih asal Malaysia ini.
Sementara itu, striker PSPS Riau Fiwi Dwipan menambahkan, semua pemain PSPS telah berjuang. Namun apapun hasil di pertandingan tadi sudah menjadi ketetapan Allah SWT.
“Walaupun kita sudah berjuang maksimal, tapi Allah SWT belum kasih hasil terbaik buat kita,” ujar pemain asal Medan, Sumatra Utara ini. (ije)
















