PALEMBANG, Fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan kepada kepala daerah se-Sumsel untuk segera membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini untuk memutar perekonomian di Sumsel ditengah Pandemi Virus Corona atau COVID-19.
Herman Deru mengatakan berdasarkan catatan dari Bank Indonesia (BI) sejak empat bulan terakhir kondisi pertumbuhan ekonomi di Sumsel tetap stabil yakni sebesar 4,9 persen meskipun ditengah pandemi COVID-19.
Hanya saja, kondisi ini harus tetap dijaga dan perlu diantisipasi jika tidak maka akan anjlok. Karena itu, dirinya meminta agar Wali Kota dan Bupati segera mempercepat proses belanja APBD.
“Segera belanjakan uang yang ada secepatnya dan lakukan improvisasi agar dapat menstimulasi perekonomian diberbagai sektor,” intruksi Gubernur di depan 17 kepala daerah di Sumsel, Selasa (21/07).
Saat ini, ia mengaku ada dua sektor yang menjadi prioritas yaitu infrastruktur dan pertanian. Menurutnya, dua sektor tersebut dapat menstimulasi perekonomian Sumsel. Seperti contoh, dengan pelaksanaan infrastruktur maka dapat menyerap sektor buruh. Sedangkan, dengan pertanian dapat meningkatkan perekomian pedesaan.
Saat ini, ia mengaku hingga semester awal serapan APBD baru sekitar 25 hingga 40 persen. Namun, memang sebagian anggaran banyak dialihkan ke penanganan COVID-19.
“Nah jadi fokus kami selanjutnya bisa ke tukang pasir, tukang batu bata, tukang genteng atau lainnya,” terangnya.
Ia juga meminta kepada perbankan untuk menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat bertahan ditengah pandemi ini. Pasalnya, hingga saat ini penyaluran KUR baru Rp 1,3 triliun atau sebesar 30 persen dari target sebesar Rp 4,4 triliun.
Minim penyaluran KUR ini dikarenakan adanya permasalahan proses analisis calon penerima kredit. Karena itu, kedepan Kepala Desa akan menjadi penjamin bagi warganya yang ingin mendapatkan kredit. Bahkan, jika ditingkatkan provinsi maka Gubernur yang akan menjadi penjamin.
“Kami harap semua upaya dan skema yang dijalankan ini mampu kembali menumbuhkan perekonomian di Sumsel hingga enam persen,” tutupnya. (lim)

















