PALEMBANG, fornews.co – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Presiden meminta jajarannya untuk mempersiapkan sejumlah upaya guna memitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap UMKM.
Presiden meminta agar program relaksasi, restrukturisasi kredit bagi UMKM yang mengalami kesulitan dipercepat. Secara spesifik, Presiden meminta agar mekanisme bantuan untuk kredit UMKM, baik itu berupa subsidi bunga, penundaan pembayaran pokok, dan pemberian tambahan kredit modal kerja segera dilaksanakan.
“Jangan menunggu sampai mereka tutup, baru kita bergerak. Jangan sampai nanti terlambat. Jangan sampai terlambat dan menimbulkan gejolak di masyarakat. Semua, saya minta semua kebutuhan betul-betul dihitung anggarannya sehingga kita nantinya bisa memutuskan,” tegas Presiden dalam rapat terbatas secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/04), dilansir dari setneg.go.id.
Kemudian, Presiden meminta agar dalam masa pandemi ini jajarannya mempersiapkan skema baru dalam pembiayaan, terutama yang berkaitan dengan investasi dan tenaga kerja. Presiden juga meminta agar pengajuannya lebih mudah dan terjangkau, terutama untuk daerah-daerah yang terdampak.
“Kemudian yang ketiga, untuk usaha mikro dan ultra mikro, saya minta juga dimasukkan dalam skema bantuan sosial terutama yang berkaitan dengan paket sembako,” ujarnya.
Terakhir, Kepala Negara meminta agar UMKM terus diberikan peluang untuk berproduksi. Secara khusus, Presiden menyebut beberapa sektor yang perlu diutamakan, dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan yang ketat.
“Saya minta untuk usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah diberikan peluang terus untuk berproduksi terutama di sektor pertanian, di sektor-sektor industri rumah tangga serta warung-warung tradisional, dan sektor makanan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tukasnya. (ije)

















