fornews.co — Perempuan pertama yang menjadi Ibu Negara Republik Tiongkok ternyata berasal dari dari Semarang, Jawa Tengah.
Ia dikenal dengan sebutan Madamme Wellington Koo setelah menjadi istri Presiden Republik Tiongkok, Wellington Koo, negarawan Tiongkok pra-komunis.
Perempuan asal Semarang itu adalah wanita keturunan Tionghoa lahir pada 21 Desember 1889.
Ia bernama Oei Hui Lan anak kedua dari pasangan Goei Bing Nio dan Oei Tiong Ham konglomerat asal Semarang. Ayahnya memiliki 18 istri dikaruniai 42 anak dikutip dari buku Suryadinata berjudul Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (4th edition).
Orang tua Hui adalah orang terkaya se-Asia Tenggara abad ke-19 yang memiliki pabrik gula di seantero tanah Jawa.
Sebagai orang terpandang, ayah Hui diangkat menjadi tokoh perwakilan orang Cina di Hindia Belanda.
Sang ayah, Oei Tiong Ham, kemudian diberikan gelar Majoor der Chinezen oleh pemerintah Belanda di Batavia.
Pemberian gelar itu bukan tanpa alasan karena Oei Tiong Ham dinilai rajin membayar pajak yang sangat besar kepada Belanda setiap tahun.
Sebelumnya, Oei Hui Lan, pernah menikah dengan Beauchamp Caulfield-Stoker seorang agen konsuler asal Inggris.
Namun setelah cerai dengan Beauchamp, Hui menolak segala invasi produk Inggris yang masuk ke Cina. Dan sebaliknya, ia menyanjung Beijing pra-komunis yang dianggap memiliki tatanan klasik dan kecantikan kuno yang setara dengan Paris.
Pada tahun 1941, Hui pindah ke New York City hingga akhir hidupnya setelah berupaya mendorong Amerika Serikat untuk berperang membantu Tiongkok di Asia.
“Peking adalah kotaku, di mana aku sempat singgah dan aku berharap pada suatu hari, jika hal-hal berubah pada hidupku, untuk kembali,” ucap Hui di akhir hidupnya.

















