KAYUAGUNG, fornews.co – Kepala Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), AKBP Alamsyah Palupessy menegaskan bahwa hingga kini pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan terhadap kapal Yacht yang berbendera Australia pada Mei 2020 lalu di Perairan Sungai Subur, Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI.
Menurutnya, identitas para pelaku sendiri telah berhasil dikantongi dan sebelumnya memang telah dilakukan penggerebekan di salah satu kediaman pelaku. Hanya saja, saat penggerebekan para pelaku sudah melarikan diri dan polisi hanya berhasil mengamankan barang bukti (BB) hasil pencurian.
“BB yang sudah kita amankan sudah kita serahkan ke WNA tersebut karena itu untuk keperluan mereka berlayar,” kata AKBP Alamsyah, Kamis (11/06).
Pengejaran ini sendiri, jelas Alamsyah pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas dan di-backup oleh Polda Sumsel.
Diterangkannya, beberapa hal yang menghambat dalam pengejaran ini karena di wilayah perairan tersebut cukup banyak jalur atau cabang. Selain itu, kedatangan dari aparat kepolisian sendiri kerap bocor dan tiba-tiba diketahui oleh para pelaku.
Meskipun demikian, dia menegaskan pihaknya terus akan melakukan pengejaran karena hal ini bukan saja demi nama baik kabupaten ataupun kepolisian melainkan nama baik bangsa. “Jangan sampai muncul statmen di Indonesia ini ada perampok,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi perampokan ini sendiri pertama terungkap setelah seorang pria berkebangsaan Australia yang diketahui telah menjadi korban pembajakan perampok dievakuasi oleh Kepolisian Lampung. Pria bernama Tadeusz Novysky (70) tersebut merupakan pemilik kapal Yacht dengan nama lambung (kapal) Hoopla dan diketahui telah menjadi korban perampokan pada Minggu (24/05).
Kapal Yacht tersebut terombang-ambing di tepi perairan Kuala Teladas, Tulangbawang selama tiga hari sejak terjadinya perampokan. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu berawal saat korban berlayar dari Australia menuju Jakarta pada 22 Mei 2020 lalu.
Dalam perjalanan, korban singgah di Batam dan melanjutkan pelayaran kembali menuju Jakarta dengan menyusuri pantai timur Sumatera. Namun pada Minggu (24/5), korban dihadang kawanan perampok di perairan sekitar perbatasan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung.
Sederet perlengkapan digondol perampok, seperti seperti emergency positioning record beacon (EPIRB), GPS, alat navigasi, radio komunikasi, ponsel merk iPhone, BBM, dokumen kapal, kemudi kapal, dynamo starter mesin, aki serta alat pengolah logistik dan kompor.
Selain beberapa peralatan kapal layar, kawanan perampok juga diketahui merampas paspor, kartu ATM, dan uang tunai 700 dolar Australia milik korban. Akibat peralatan yang digasak perampok, kapal mengalami kendala dan korban berlayar dengan kemudi manual memanfaatkan arus menyusuri tepi pantai perairan Kuala Teladas, Tulangbawang dan mengalami kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Saat kejadian, korban sempat memencet tombol sinyal EPRRB atau (emergency positioning record beacon) yang diperuntukkan masalah besar seperti kapal karam, tenggelam atau lainnya, seperti pada saat dirampok.
Sinyal EPIRB tersebut diterima oleh International Maritim Organization (IMO) kemudian diteruskan ke Kedutaan besar (Kedubes) Australia di Jakarta yang kemudian menghubungi Polri serta Basarnas. (rif)

















