PALEMBANG, fornews.co – Transfer ilmu dan teknologi menjadi highlight Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru saat menerima delegasi Rumania di Griya Agung Palembang, Sabtu (29/5/2021).
Delegasi Rumania yang terdiri dari beberapa pengusaha hadir ke Sumsel ini dalam rangka misi investasi dan menjajaki potensi kerja sama yang bisa dikembangkan.
“Kita lebih tertarik untuk bertukar ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumsel ini butuh itu (ilmu pengetahuan) agar Sumber Daya Alam (SDA) di daerah ini dapat terkelola dengan baik,” ujar Deru.
Menurut Deru, kerja sama yang dibutuhkan oleh Sumsel seperti kerja sama di bidang sumber daya air, baik air untuk digunakan di pertanian maupun untuk konsumsi.
“Sumsel ini harus memiliki sistem pengairan yang baik. Kita tahu jika air di Sumsel adalah air payau. Dengan adanya kerja sama ini, kita bisa bekerja sama dengan Rumania terkait teknologi pengelolaan air dan mengubah air payau itu siap untuk digunakan baik untuk pertanian maupun konsumsi,” katanya.
Kemudian, Deru mengatakan, kerja sama di bidang modifikasi cuaca juga dinilai penting. Apalagi, setiap tahunnya Sumsel kerap dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal ini tentunya membuat Sumsel harus memiliki teknologi yang mumpuni sehingga penanganan Karhutla dapat lebih efisien.
“Memang dibutuhkan teknologi yang baik agar penanganan Karhutla di Sumsel dapat lebih efisien. Kita tahu, saat ini dalam modifikasi cuaca, negara Rumania menggunakan teknologi roket yang memiliki tingkat akurasi sangat cepat dibanding dengan menggunakan pesawat,” tutur Deru.
Kemudian kerja sama soal pengelolaan sumur minyak tua yang selama ini dikelola secara ilegal oleh masyarakat. Sebab selama ini, pengelolaan sumur tua yang dilakukan masyarakat kerap kali menimbulkan bencana yang menyebabkan korban jiwa.
“Kita juga tertarik melakukan kerja sama pengelolaan sumur minyak tua. Namun pengelolaannya nanti harus dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Lalu kerja sama di bidang peternakan seperti pengembangbiakan sapi. Dimana beberapa daerah di Sumsel sendiri dinilai sangat cocok untuk pengembangbiakan sapi asal Rumania karena memiliki hawa yang dingin.
“Peternakan salah satunya sapi ini juga bisa dikerjasamakan. Namun, akan kita tindaklanjuti dulu. Karena untuk implementasinya membutuhkan waktu. Yang jelas saat ini kita telah sepakat untuk melakukan kerja sama,” kata Deru.
Dalam waktu dekat, Deru akan mengirimkan tim ke Rumania untuk melihat langsung teknologi yang sebelumnya telah dipaparkan.
“Kita juga akan turunkan tim ke Rumania untuk melihat langsung apa yang telah disampaikan saat ini,” jelasnya.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova, Amhar Azeth mengatakan, perkembangan teknologi saat ini memang dibutuhkan oleh Sumsel. Hal itu untuk mendongkrak pengelolaan potensi SDA yang begitu banyak di Sumsel ini. Apalagi, Sumsel ini memiliki perkebunan karet yang cukup luas dan produksi kopi yang dikenal.
“Kita bangga 30 persen lahan kebun karet di Indonesia ini ada di Sumsel dan kopi juga cukup besar. Namun karena teknologi yang kurang mumpuni menyebabkan kurang termanfaat,” ujarnya.
Menurutnya, upaya untuk kerja sama dengan negara Rumania ini prosesnya telah dilakukan selama satu tahun.
“Ini bukan hal baru. Ini proses dari satu tahun lalu. Kita bersyukur saat ini bisa terwujud. Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Konsul Kehormatan RI di Constanta Rumania, Emil Sirbu mengatakan, dari sektor pengairan, kerja sama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah filterisasi air dan danau buatan. Lalu, jangka panjangnya adalah hujan buatan dengan menggunakan roket. Di mana di dunia saat ini ada tiga teknologi yang digunakan yakni roket, pesawat, dan drone generator.
“Rumania menggunakan teknologi ketiganya. Tingkat intensitas akurasinya yang tercepat adalah roket sebesar 80 persen namun memang biayanya lebih mahal. Kemudian pesawat 60 persen, dan yang ketiga drone generator 40 persen,” pungkasnya. (ije)
















