PALEMBANG, fornews co-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V menyebut, bahwa jalan negara di Provinsi Sumsel mulai dari perbatasan Lampung hingga perbatasan Jambi, ruas jalan yang cukup parah ada di Kecamatan Betung hingga Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kepala BBPJN Wilayah V, Kgs Syaiful Anwar mengungkapkan, penyebab dari rusaknya jalan negara yang ada di Kecamatan Betung hingga Kecamatan Sungai Lilin, karena dulu saat membuat pondasinya menggunakan pola sol semen.
“Nah sol semen itu rentan dengan air. Begitu air masuk jadi sulit, makanya sekarang yang rusak-rusak itu akan diganti dengan agregat biasa, agregat ada juga yang campurannya semen, baru dapat pengaspalan,” ungkapnya, saat dibincangi di sela-sela perbaikan jalan negara KM 18 depan Markas Batalyon Arhanud-12/SBP Serong, Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Minggu (24/02) malam.
Syaiful Anwar menerangkan, perbaikan jalan yang dilakukan pihaknya ini, memang dari adanya agenda rutin, bukan lantaran adanya video yang diunggah warganet di media sosial, yang menampilkan mobil box terbalik di kawasan Sungai Lilin.
“Kalau diperhatikan videonya, ya ada juga mobil yang tidak terbalik, artinya mobil itu bisa memilih jalan. Kemudian beban mobil itu jugakan bisa dilihat, standar atau tidak, kemudian ada KIR atau tidak,” terangnya.
Syaiful yang didampingi beberapa staffnya mengatakan, pihaknya memang lagi memperbaiki semua jalan negara di wilayah Sumsel yang rusak, bukan hanya di Betung hingga Sungai Lilin saja.
“Kita kerjakan semua, dari perbatasan Jambi hingga perbatasan Lampung kerjanya sepertinya juga, mengerjakan sapu lobang, perbaikan-perbaikan sampai pengaspalan. Tidak ada lagi sampai agregat, selama inikan sapai agregat dan seminggu hujan habis. Ini kita sudah diperintahkan pak direktur pakai aspal,” katanya.
Syaiful memaparkan, bahwa jalan negara yang ada di wilayah Sumsel dari perbatasan Jambi hingga perbatasan Lampung dengan panjang 390 km, yang mengalami kerusakan sekitar 10-15 persen. Penyebab-penyebab dari kerusakan tersebut, lantaran hujan yang cukup ekstrem.
“Satu lagi bahwa harus jujur bisa kita lihat bersama, dan kami tidak menyalahkan, kami tetap mempersiapkan insfrastruktur yang baik. Namun traffic loading kendaraan yang lewat di jalan ini, baik dimensi maupun total berat atau tonasenya cukup tinggi. Tapi saya harap pak Dirjen Perhubungan Darat juga mulai menekan. Jadi kalau standarnya 10 ton, sekarang bisa dilihat sendiri berapa ton dari kendaraan yang melintasi jalan ini, karena bukan kewenangan kami, mungkin bisa diatas 10 ton,” paparnya.

Terkait pengerjaan perbaikan jalan yang dilakukan BBPJN Wilayah V Minggu (24/02) malam di depan Markas Batalyon Arhanud-12 Kecamatan Talang Kelapa ini, Syaiful memaparkan, mereka melakukan penutupan kerusakan jalan yang berlubang. Bahkan ada satu lubang yang digali dengan mesin CMM, lantaran daerah ini termasuk daerah padat.
“Ada dua kegiatan kita malam ini, satu grup di sini dan satu grup lagi kalau tidak macet dari jam 22.00 hingga 04.00WIB atau subuh. Setelah subuh, kawasan ini macet lagi dan saat macet kerja di pindahkan ke daerah SDA 62. Jadi target kita dua minggu ini semua lubang-lubang harus habis, ada sekitar 95 lubang besar dan kecil yang kita tutup,” katanya.
Pekerjaan atau paket ini, jelas Syaiful, sebenarnya sambil menunggu persetujuan penetapan pemenang. Jadi sambil menunggu itu dan semua tahu bahwa ruas jalan ini padat tidak mungkin di diamkan saja. Maka pihaknya melakukan pekerjaan swakelola, yang ada belanja barang membeli material dan sewa alat plus alat-alat mereka.
“Perbaikan jalan ini bersifat long segmen, ada beberapa tempat dilakukan peningkatan jalan, ada rekonstruksi, ada juga rutin kondisi yang masih bagus-bagus, dan ada rutin biasa,” jelasnya.
Kalau perbaikan seperti, tukasnya, hanya bisa bertahan dua hingga tiga bulan saja. Tapi, nanti setelah ada penetapan pemenang dan dikerjakan bisa bertahan hingga 10 tahun. Karena, Untuk anggaran 2019 disiapkan Rp130 miliar sepanjang 56 km plus 35 km. Kemudian, untuk mulai dari batas Provinsi Jambi hingga sampai batas Provinsi Lampung sepanjang 390 km ada Rp1,40 triliun dan mungkin dua minggu lagi baru ada penetapan pemenang dari Jakarta.
“Setelah itu, paling lambat tiga minggu ada masa sanggah dulu, lima hari penyelesaian kontrak. Untuk sementara ini, kita konsentrasi pada bahu jalan dua meter, perkerasan tujuh dan dua meter.
Ini sudah diaudit Inspektorat Jenderal, setelah itu disampaikan ke Menteri dan baru dilihat hasilnya. Untuk kendala nonteknis ya hanya macet di jalan saja, dan yang lain tidak ada masalah,” tandasnya. (tul)

















