JAKARTA, fornews.co — Antusiasme masyarakat untuk dapat menghadiri Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-88 cukup tinggi.
Terbukti lebih dari 26 ribu pengguna mengakses situs pandang.istanapresiden.go.id untuk mendapatkan undangan sejak Senin, 4 Agustus 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui keterangannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat luas atas animo tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang kemarin telah dengan antusiasme yang sangat tinggi ikut mendaftar untuk mendapatkan undangan.” ujarnya.
Mengetahui adanya lonjakan pendaftar, Mensesneg menyampaikan pihak Istana akan menambah kuota bagi masyarakat untuk mengikuti upacara di Istana.
Tambahan kuota tersebut, terang Mensesneg, merupakan pengalihan di luar kuota 80% yang ditujukan untuk masyarakat.
Tercatat peminta terbesar berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatra Selatan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
“Tapi, tentunya kita coba mengevaluasi bisa jadi nanti ada beberapa yang di luar yang 80 persen itu juga yang akan kita kurangi,” ungkapnya.
Dijelaskan, bahwa kuota tambahan akan diberikan kepada masyarakat karena kuota sebelumnya telah habis.
Pendaftaran untuk kuota tambahan akan dibuka dua hari mulai hari ini, Kamis, 7 Agustus dan akan ditutup besok hari Jum’at, 8 Agustus, pukul 10.00 WIB.
Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan undangan resmi mengikuti Upacara 17-an di Istana?
Caranya mudah. Masyarakat cukup mengisi data diri lengkap dengan email yang masih aktif, mengunggah foto KTP dan berswafoto bersama KTP.
Jika proses pendaftaran berhasil selanjutnya akan menerima konfirmasi melalui email yang sudah disertakan.
“Mekanisme ini diterapkan guna memastikan keamanan dan sekaligus menghindari pemalsuan identitas,” terang Mensesneg.
“Ini kesempatan bersejarah,” kata Mensesneg.
Dapat mengikuti dan menyaksikan Upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka menjadi momen sakral karena hanya dapat diikuti bagi yang beruntung.
Selain itu, tidak semua orang dapat menyaksikan Upacara Kemerdekaan dari jarak dekat. Ini menjadi impian bagi siapapun warga Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berharap pada detik-detik proklamasi 17 Agustus penuh nuansa kebersamaan, kegembiraan dan optimisme.
















