PALEMBANG, fornews.co – Puluhan event olahraga nasional dan internasional baik single event maupun multievent telah dilaksanakan di Jakabaring Sport City (JSC). Kini JSC menatap perhelatan pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa Asia yaitu Asian Games 2018.
Sebagai release update Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia bersama Pemprov Sumatra Selatan menggelar konferensi pers Progres dan Kesiapan Asian Games 2018 di Lobi A Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (07/07).
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam laporannya banyak memaparkan sejarah dibangunnya komplek Jakabaring Sport City (JSC). Jakabaring yang di tahun 2010 masih rawa-rawa tengah Kota Palembang sukses disulap menjadi komplek olahraga modern terintegrasi
“Waktu itu Sumsel punya waktu 11 bulan, untuk menyulap rawa-rawa ini menjadi kota olahraga internasional jelang SEA Games 2011. Kini Provinsi Sumsel terus berupaya memberikan kenyamanan mulai dari bandara sampai ke Jakabaring Sport City. Yang paling fenomenal adalah Light Rail Transit yang menyeberangi Sungai Musi. Perjalanan dari bandara sampai JSC itu juga sudah termasuk perjalanan wisata. Sampai ke JSC atlet diangkut dengan hydrogen car. Jadi kita betul-betul memberi kenyamanan untuk para atlet,” ungkapnya.
Alex mengatakan, Provinsi Sumsel bukan karbitan dalam menyelenggarakan event-event internasional, melainkan melalui pengalaman secara bertahap. Dipaparkan Alex, Palembang, Sumsel telah mulai menjadi host city PON 2004, SEA Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th ASEAN University Games 2014.
“Jadi Pak Menteri, kami di Sumatra Selatan bukanlah karbitan. Sampai sekarang ada 42 event internasional kelas Asia, Asia Pasifik bahkan dunia main di Jakabaring. Jadi soal pengalaman JSC tidak perlu diragukan lagi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Rudiantara tak menutupi kekagumannya atas prestasi Sumsel di bawah Alex Noerdin. Bahkan Rudiantara menyebut Gubernur Sumsel sebagai Great Salesman. Hal itu tidak lain karena dalam setiap kesempatan Gubernur Sumsel selalu membawa pemikiran baru dalam presentasinya.
“Bapak Alex itu kalau di kabinet kami sebut sebagai Great Salesman. Kalau presentasi, selalu membawa pemikiran baru, semua menunggu ujungnya,” tuturnya
Lebih lanjut Rudiantara mengatakan, keandalan jaringan telekomunikasi dan internet menjadi prioritas utama demi kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018-02 September 2018.
“Fokus kami bukan cuma di pertandingan tapi juga di acara pembukaan dan penutupan di stadion GBK. Sebab perhatian terbanyak biasanya di pembukaan dan penutupan. Skenarionya bakal dihadiri 80.000-90.000 penonton,” terang Rudiantara.
Rudiantara juga menerangkan salah satu opsi dari skenario ini adalah tidak ada seluler tapi menggunakan WiFi gratis tanpa perlu register. Jadi begitu dibuka langsung diklik langsung terkoneksi dan bisa digunakan publik agar tidak perlu menunggu lama.
“Kami menyediakan bandwith sampai 10 GB/detik, ada 400 akses poin di stadion utama GBK disiapkan kawan-kawan Telkom,” tutur Rudiantara. (ije)

















