
PALEMBANG-Duta Anti Narkoba Sumsel Lury Elza Alex Noerdin menyatakan, hal yang menjadi kekhawatiran dari pesatnya perkembangan Kota Palembang, yakni tidak diikutinya bagaimana cara berpikir kaum mudanya.
Karena, bayangan dari bahaya narkoba masih sangat rentan mengancam dan menyasar kalangan dari pemuda di Bumi Sriwijaya ini. “Pembangunan Kota Palemang sudah sangat maju. Tak lama lagi kita akan menjadi tuan rumah Asian Games, dan Insya Allah MotoGP. Jadi sangat disayangkan jika para pemudanya tidak berpikir untuk maju, dan justru terseret pada penggunaan narkoba,” ujarnya.
Lury mengungkapkan, betapa mirisnya melihat data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa Provinsi Sumsel berada di posisi 21 sebagai pengguna narkoba. Jadi, sebagai Duta Narkoba, pihaknya sudah memiliki beberapa program untuk mensosialisasikan tentang bahaya menggunakan narkoba, salah satunya ke kampus-kampus yang ada di Sumsel. “Kita juga akan menyisir semua daerah yang rawan narkoba di Sumsel ini, tapi untuk sementara fokus dulu di Palembang,” ungkapnya.
Khusus untuk sosialisasi, jelasnya, dalam waktu dekat akan membuat kampung bersih narkoba, di kawasan 35 Ilir, Tangga Buntung, Gandus dan rumah susun. “Juga pada Januari 2017, kami akan me-launching Rumah Belajar Salsabila, khusus untuk anak usia 6-12 tahun, khusus bagi keluarga tak mampu, lokasinya di Jalan Hang Jebat,” jelasnya.
Putri bungsu dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini menuturkan, jabatan Duta Narkoba yang disematkan kepadanya murni atas dasar keinginan sendiri. Meski berada dan dibesarkan dalam keluarga politik, namun semua aktivitasnya tidak di intervensi oleh keluarga. Bahkan sang ayah, sama sekali tidak mengarahkan dirinya. Cara mandiri ini sudah dilakukannya sejak dulu, seperti saat menjadi lawyer di Jakarta.
“Tapi dengan melihat pesatnya pembangunan Kota Palembang, rasanya inilah waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu untuk Palembang. Saat ini, butuh kebersamaan untuk men-syiarkan kebaikan-kebaikan untuk Sumsel. Mungkin banyak orang yang bertanya, mengapa tiba-tiba saya muncul sebagai Duta Narkoba. Tapi, mungkin juga banyak orang yang belum tahu proses bagaimana saya jatuh bangun. Tapi yang membentuk saya seperti ini karena caracter building,” urainya.
“Tidak ada tendensi politik ata apapun. Saya hanya berpikir, apa yang bisa saya perbuat untuk Palembang. Saya sosok yang independen dan tidak pernah terjun di dunia politik,” tukasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Sosial Sumsel Belman Karmuda menuturkan, dengan adanya Duta Narkoba Sumsel ini, tentu sangat membantu pemerintah, aparat penegak hukum dan lembaga yang konsen untuk memerangi narkoba. “Karena kan secara pendekatan, Duta Narkoba ini berbeda dengan instansi dan pemerintah,” tuturnya.
Belman menambahkan, untuk menekan angka pengguna narkoba ini, pihaknya akan mendata tiap-tiap kecamatan di Palembang. “Kita bersama Duta Narkoba akan turun langsung ke lapangan yang dianggap rawan narkoba. Setelah 6 bulan berjalan, baru kita evaluasi,” tandasnya.(tul)

















