PALEMBANG, fornews.co – Perancang Busana Nasional, Jenahara Nasution berbagi pengalamannya membangun brand saat webinar yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Sumatra Selatan dalam Semarak UMKM (SerU) Sriwijaya, Selasa (24/11).
Jenahara dikenal sebagai perancang busana muslimah yang tengah bersinar saat ini. Putri dari aktris lawas Ida Royani ini telah merilis label ‘Jenahara’ pada tahun 2011 setelah bersekolah fashion pada 2004. Ia mengakui, butuh waktu untuk membangun brand produknya.
“Saya memang didukung keluarga, tapi membangun brand itu punya tantangan tersendiri. Apalagi saat itu produk busana hijab muslimah masih belum tren,” tuturnya.
Ia menegaskan, mereka yang aktif membranding produk adalah mereka yang mau belajar. Sebab, minat dan tren di masyarakat akan selalu berubah. “Pastikan value tetap sama tapi dengan strategi yang berbeda,” tambah Jenahara.
Dalam kesempatan tersebut, Praktisi Branding Nasional 51 Tahun, Subiakto Priosoedarsono memberikan kiat tentang membangun brand. Menurutnya, anggapan umum bahwa proses branding hanya berada di wilayah promosi seperti pembuatan logo, nama merek, brosur, pembuatan slogan, dan pameran sebenarnya kurang tepat.
Dia menjelaskan, brand menyangkut pemikiran atau benak dari konsumen. Branding akan menghasilkan persepsi. Artinya, ketika produk sudah melewati proses branding dan diingat konsumen, maka itulah persepsi.
“Brand adalah persepsi atau emosi dari pelanggan atas produk Anda. Bukan logo, iklan, atau web,” jelas Subiakto.
Ia menegaskan bahwa mudah membangun brand, asalkan menepati janji. Misalnya, berjanji kepada konsumen kalau produk pelayanan Anda cepat dalam penyajian, maka tepati janjinya.
“Seperti pengalaman saya mengelola branding McD. Saya membranding produk melalui jam pelayanan yakni 60 detik, dengan brand ‘mana lagi selain di McD’,” terangnya. (yas)
















