JOGJA, fornews.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya potensi cuaca ekstrem hingga beberapa waktu ke depan.
Meski telah memasuki masa peralihan musim, namun, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir.
BMKG memprakirakan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan diguyur hujan sedang hingga lebat berpotensi cuaca ekstrem pada Rabu, 28 Mei 2025.
Peringatan dini cuaca ekstrem juga akan terjadi di wilayah Jawa Tengah berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga sore,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan terjadi di Jawa Tengah di antaranya Pemalang, Purbalingga, Batang, Kendal, Temanggung, Brebes, sebagian Banjarnegara dan Banyumas serta Magelang dan Wonogiri.
Meski cuaca panas pada siang hari dirasakan masyarakat, namun, pada sore atau malam berpotensi terjadi hujan disertai kilat.
Fenomena ini adalah ciri khas masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Kondisi atmosfer yang labil pada masa transisi dapat memicu terbentuknya awan cumulonimbus sehingga menyebabkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat, angin kencang bahkan hujan es.
Meski cuaca di Indonesia umumnya berawan tetapi potensi hujan lebat akan terjadi di Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Tengah, NTT, Kep. Riau, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Jambi.
BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan lingkungan, khususnya yang berada di wilayah rentan terdampak cuaca ekstrem.
Masyarakat untuk tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan terus memperbarui perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi BMKG.
















